Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menganggarkan Rp 41,8 miliar untuk kenaikan tunjangan bagi guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT dan PTT) sebesar 20 persen.
“Bagi GTT/PTT yang selama ini menerima tunjangan sebesar Rp1.400.000 menjadi Rp 1.680.000,” ujar Plt Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Lasiran, Minggu (17/10/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”gtt”]
Menurut Lasiran, kenaikan tunjangan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan bagi para pendidik untuk mewujudkan SDM yang unggul. “Juga sebagai upaya memberikan motivasi dan semangat kepada tenaga pendidik,” tambahnya.
Sekadar diketahui, GTT dan PTT di Kabupaten Bojonegoro yang menerima tambahan tunjangan sebesar 20 persen tersebut tercatat sebanyak 3.166 orang. Meliputi jenjang TK sebanyak 407, jenjang SD sebanyak 2.126 dan jenjang SMP sebanyak 633.
“Kenaikan tunjang berlaku mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2021 dan tahun 2022,” pungkasnya.
Kenaikan tunjangan yang diusulkan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan disetujui oleh DPRD setempat itu sebagai kado spesial di hari jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-344, “Dengan kenaikan tunjangan maka akan semakin menambah semangat dan kualitas pengajaran oleh Bapak Ibu GTT dan Juga PTT,” harapnya. [lus/suf]






