Magetan (beritajatim.com) – Yayasan DBuku Magetan menginisiasi museum Iman Budhi Santosa, salah satu sastrawan yang lahir di Magetan. Mereka menyampaikan gagasan itu pada Bupati Magetan Suprawoto dalam audiensi di Ruang Rapat Pendapa Surya Graha, Jumat (24/2/2023).
Lucky Setyo Herman Ketua Yayasan DBuku Magetan mengungkapkan jik Iman Budhi Santoso asli putra Magetan yang baru saja meninggal tahun 2020 lalu. Namanya di kalangan sastra sudah cukup dikenal. Banyak sastrawan muda yang berguru dan belajar kepada almarhum.
Namun di Magetan sendiri masih banyak yang belum mengenalnya. Inisiasi Yayasan Dbuku bersama sahabat-sahabat IBS di Jogja untuk mengaktivasi Ruang IBS di Graha Literasi Magetan ini adalah untuk mengenalkan dan mengenang sosok IBS pada kalangan muda, sekaligus membangun iklim sastra di Magetan.
“Nantinya di Ruang IBS ini selain akan dipajang karya dan perjalanan beliau, juga akan ada area diskusi yang bisa dimanfaatkan untuk berkegiatan sastra dan kreativitas lainnya,” kata Lucky.
[berita-terkait number=”5″ tag=”literasi”]
Siapa tahu, lanjut dia, kelak lahir IBS IBS lain dari Magetan. Kita sudah banyak melahirkan penulis hebat di sini. Seperti yang sudah dikenal ada Oky Madasari, Diana Sasa, bahkan Bupati Suprawoto sendiri sangat rajin menulis.
Terpisah, Bupati Suprawoto mengatakan jika Iman Budhi Santoso merupakan sastrawan dengan karya yang luar biasa. Tak hanya dalam bahasa Indonesia, tapi juga sastra Jawa. Banyak geguritan, cerkak, hingga novel berbahasa Jawa yang ditulis Iman Budhi Santoso.
“Sehingga tentu kami menerima usulan ini. Di Graha Pusat Literasi sudah ada Ruang Kerja Okky Madasari, ini kan kami buat juga Ruang Iman Budhi Santoso. Tentunya, nanti akan menambah varian aktivitas literasi Gedung Literasi,” katanya.
Dalam audiensi itu hadir pula Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih (Diana Sasa), dua sastrawan yang merupakan sahabat sekaligus murid Iman Budhi Santoso yakni Gito Sosrosasmito dan Hasta Indriyana, Kepala Dinas Kominfo Cahaya Wijaya, Kepala Disparbud Joko Trihono, Kepala Dinas TPHPKP Uswatul Chasanah, dan Kepala Dindik yang diwakili Sekdin Endang Ambarwati, serta anggota Yayasan DBuku.
Diketahui, Iman Budhi Santoso atau IBS merupakan legenda sastra Yogyakarta, pria kelahiran Magetan Jawa Timur tahun 1948 ini merupakan salah satu pendiri komunitas sastra legendaris sepanjang sejarah sastra Yogyakarta. IBS telah menulis 4 buku pertanian, 20 buku sosial budaya dan 21 buku karya sastra. IBS ini sudah banyak sekali memenangkan penghargaan, sayembara penulisan, sayembara puisi, dan mendapatkan Award Tahun 2005. (fiq/kun)






