Kediri (beritajatim.com) – General Manager PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Kebun Dhoho, Juniyanto, rutin turun langsung meninjau lahan untuk memastikan program tanaman tebu 2026 berjalan sesuai rencana dan mendukung target swasembada gula nasional.
Peninjauan dilakukan hampir setiap hari di berbagai titik hamparan tebu yang dikelola MKSO Kebun Dhoho guna memastikan kondisi tanaman, perawatan, serta kesiapan produksi berjalan optimal.
“Hampir setiap hari kami cek lahan untuk memastikan program tanaman kami berjalan dengan baik,” tegasnya.
MKSO Kebun Dhoho saat ini mengelola lahan tebu seluas 5.805,59 hektare yang terbagi dalam dua rayon. Rayon Dhoho I seluas 2.055 hektare berada di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, sedangkan Rayon Dhoho II seluas 1.295,5 hektare mencakup wilayah Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar.
Juniyanto menyebut hingga saat ini program berjalan sesuai rencana, meski sektor perkebunan tebu menghadapi tantangan anomali cuaca pada musim tanam 2026.
Ia berharap dukungan masyarakat agar hasil panen tahun ini memuaskan sekaligus berkontribusi pada program pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada gula nasional.
Menurutnya, pemantauan rutin di lapangan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi risiko cuaca dan memastikan produktivitas tanaman tetap terjaga di tengah kondisi iklim yang tidak menentu. [nm/but]






