Sidoarjo (beritajatim.com) – Sekelompok pemuda berkaos hitam-hitam dengan menaiki lebih dari 10 motor membuat keributan di Jalan Anjarmoro dan Bromo Perumahan Wisma Tropodo Kecamatan Waru Sidoarjo, Kamis (23/3/2023).
Diduga gerombolan pemuda seperti gangster itu akan melakukan tawuran sarung. Mereka ada membawa sajam (senjata tajam). Gerombolan ini beriringan sambil menggeber motornya. Tak ayal, hal ini membuat warga perumahan resah dan ramai-ramai keluar rumah.
BACA JUGA:
Pulang Nongkrong, Remaja Sidoarjo Dibacok Orang di Tengah Jalan
Gerombolan itu diusir dan dikejar oleh warga. Namun para pemuda itu malah menyulut petasan yang dibawanya. Kemarahan warga akhirnya memuncak setelah diantara gerombolan itu ada yang sengaja menggores mobil pengendara yang melintas dengan benda tajam.
“Warga marah karena mereka (gerombolan red,) terlihat mengeluarkan seperti senjata tajam dan digoreska mobil warga yang melintas. Sopir mobil marah-marah dan mengejara gerombolan itu ke arah utara menuju Jalan Raya Kol Sugiono,” ucap Iwan salah satu warga di lokasi.
Lanjut dia, jumlah pemuda yang membuat keributan itu banyak sekali. Ada kalau sekitar 25 pemuda. Mereka lari ketakutan sambil meninggalkan motornya.

“Lebih dari tujuh motor milik gerombolan pemuda itu yang diamankan. Bahkan sempat ada yang dipukuli oleh warga. Ada 4 pemuda yang diamankan warga, kemudian diserahkan ke polisi yang tiba di lokasi,” ungkapnya.
Sementara pemuda perumahan setempat ada yang mengaku gerombolan pemuda itu akan melakukan perang sarung. “Mereka sepertinya akan menyerang pemuda di Jalan Bromo,” ungkap Adi.
Gerombolan pemuda itu datang dari berbagai desa. Ada yang berlamat dari Desa Wadungasri, Ngingas, Tropodo dan lainnya. Mereka seperti janjian datang dari berbagai desa dan mencari sasaran di Jalan Bromo.
BACA JUGA:
Bawa Celurit di Jalan, 5 Remaja Sidoarjo Ingin Tiru Gangster dan Cari Sensasi di Medsos
“Tadi ada empat pemuda yang dikejar warga dan berhasil diamankan. Saat kejar warga perumahan, ada yang jatuh sampai kakinya berdarah,” terangnya.
Salah seorang petugas di lokasi, membenarkan ada 4 pemuda yang diamankan. “Pemuda-pemuda yang diamankan, sudah di bawa ke Makp Polsek Waru,” tegasnya.
Tawuran sarung itu kerap dilakukan anak-anak dengan menyabet sarungnya kepada lawan, dimana pada ujung sarung sudah diisi batu atau benda keras, sehingga dapat menimbulkan luka serius ketika mengenai korbannya. [isa/suf]






