Probolinggo (beritajatim.com) – Gempa bumi berkekuatan M=4,1 dirasakan masayarakat Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, Rabu (23/11/2022) malam.
Rohim salah satu warga mengaku kaget dengan adanya getaran yang dirasakannya pada saat setelah melaksanakan ibadah salat magrib.
“Selesai salat magrib pas ada gempa, untuk waktunya sebentar, sekitar satu sampai dua detik lah kira-kira,” katanya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan, Rully Oktavia Hermawan dalam rilis resminya mengatakan, gempa dengan kekuatan M=4,1itu terjadi pada jarak sekitar 14 KM timur laut Kabupaten Probolinggo, pada kedalaman 6 KM.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar Probolinggo,” jelasnya.
Ia mengatakan, dampak yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG serta berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Kecamatan Paiton, Pakuniran, Kota Anyar Kabupaten Probolinggo dan Banyuglugur Kabupaten Situbondo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gempa-bumi”]
“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan dari BMKG hingga pukul 18:31 WIB, tidak ada aktivitas akan terjadi gempa susulan.
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbaunya. [tr/but]






