Mojokerto (beritajatim.com) – Perkelahian antara warga terjadi di area Makam Islam Dusun Jotangan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada, Minggu (6/11/2022) kemarin. Perkelahian karena kesalahpahaman kedua belah pihak tersebut berakhir damai.
Diketahui perkelahian tersebut terjadi sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu, Rohmad Eros Jarot (30) warga Dusun Kebon RT 12 RW 03, Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto sudah berada di lokasi makam untuk keperluan takziah. Tak lama datang, R Djoko Basuki (50).
[berita-terkait number=”5″ tag=”tawuran”]
Warga Bendulmerisi RT 01 RW 08, Kelurahan Bendulmerisi, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya ini datang diduga dalam kondisi pengaruh minuman keras (miras). Rahmad Eros Djarot buang air kecil di lokasi makam karena melihat hal tersebut R Djoko Basuki mendatangi saudara Rahmad Eros Djarot.
R Djoko Basuki mendatangi dan menegur, namun Rahmad Eros Djarot tidak terima. Ia kemudian melakukan pemukulan terhadap R Djoko Basuki yang kemudian dibalas. Melihat perkelahian antara keduanya, warga datang dan melerai. Akibat perkelahian tersebut, Rahmad Eros Djarot mengalami luka pada bagian tangan.
“Kedua belah pihak di lerai dan dimediasi oleh Perangkat Desa Jotangan. Kedua belah pihak saling menyadari dan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan di atas materai,” ungkap Kapolsek Mojosari, Kompol Heru Purwandi, Senin (7/11/2022). [tin/kun]






