Jember (beritajatim.com) – Ganjarian Teritorial Jawa Timur memuji orkestrasi politik yang tengah dimainkan Presiden Joko Widodo menjelang pemilihan presiden tahun depan. Jokowi dianggap tengah mencegah relawannya yang kecewa terhadap PDI Perjuangan agar tidak lari ke Anies Baswedan.
Hal ini disampaikan Komandan Ganjarian Teritorial Jatim Agus Hadi Santoso di Kabupaten Jember, Minggu (21/5/2023), menanggapi kabar adanya sejumlah kelompok relawan pendukung Jokowi dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming yang mendukung Prabowo Subianto dalam Pemilu 2024.
“Relawan Jokowi Jawa Timur dan Jawa Tengah tidak bisa diklaim ke Prabowo. Kami melihatnya hanya lima sampai sepuluh persen. Kami tahu hari ini Projo (Pro Jokowi) Jawa Tengah ke Ganjar Pranowo, meski tidak berkoordinasi dengan Ketua Projo,” kata Agus yang pernah aktif di kelompok relawan Projo Jatim.
Relawan Jokowi yang dikabarkan mendukung Prabowo juga berlatarbelakang komunitas. “Tidak bisa diartikan mampu mengoordinasi mereka semua. Masih semu,” kata Agus.
Ganjarian Jatim, relawan pendukung militan Ganjar Pranowo, tak cemas dengan berita tersebut. “Kami menilai ini adalah orkestra Jokowi. Pak Jokowi tidak mau Anies muncul. Asalkan calonnya Prabowo dan Ganjar, beliau tenang ketika pensiun dari presiden, karena dua nama ini yang dianggap bisa meneruskan kebijakannya,” kata Agus.
Saat ini relawan pendukung Ganjar dan pendukung Jokowi beririsan. Menurut Agus, 85-90 persen pendukung Jokowi adalah relawan Ganjar.
“Pemetaannya jelas. Mereka tidak bisa diatur partai, punya hak sendiri. Ketika ada relawan yang tak bisa berkomunikasi dengan kubu Pak Ganjar dan partai pengusungnya, atau mungkin kecewa kepada Ganjar atau kepada partai pengusungnya, daripada lari ke Anies, lebih baik lari ke Prabowo,” kata Agus.
Langkah Jokowi ini, menurut Agus, juga untuk memuluskan langkah politik dua anaknya, Gibran dan Kaesang Pangarep. Gibran konon akan mencalonkan diri jadi gubernur DKI Jakarta. Kaesang akan mencalonkan diri jadi wali kota Depok yang merupakan daerah kandang pendukung Prabowo. “Jika mereka direkomendasi Gerindra dan PDI Perjuangan, clear. Bila dua partai ini bergabung insyallah menang. Ini orkestra yang dimainkan Jokowi,” kata Agus.
Agus menyebut langkah Jokowi ini sebagai ‘glembuk Solo’, yakni taktik politik khas Jawa untuk membujuk lawan dan konstituen agar mau berpihak kepadanya dalam momentum elektoral. Taktik politik ini ditunjukkan melalui simbol-simbol. Namun ujung-ujungnya Jokowi tetap akan satu sikap dengan PDI Perjuangan, yakni mengusung Ganjar.
“Kekuatan Jokowi, kekuatan Ganjar, PDI Perjuangan, plus partai-partai pengusung Mas Ganjar akan luar biasa. Kami yakin partai-partai akan berhitung di pihak mana. Tapi saya sarankan partai pengusung Ganjar (PDI Perjuangan) agar lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan relawan dan memberi ruang untuk berperan dalam pemenangan. Beri kebebasan,” kata Agus. [wir]






