Surabaya (beritajatim.com) – Ganjar Pranowo, salah satu kandidat capres 2024, menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi tantangan bonus demografi pada 2045.
Dia mengajak pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam untuk berperan aktif dalam mencetak SDM santri yang unggul.
Itu disampaikan Ganjar saat berkunjung ke beberapa pondok pesantren di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (15/10/2023). Dia didampingi oleh Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, dan mengunjungi Ponpes Nurul Muhsinin dan Ponpes Darul Habibi NWDI.
Di sana, Ganjar berdialog dengan para Tuan Guru Haji, ulama dan masyayikh NTB tentang pendidikan. Ganjar dan ulama NTB sepakat untuk bersama-sama membangun SDM santri yang unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga emosional dan spiritual. Mereka juga memiliki adab dan budi pekerti yang baik.
“Kita punya waktu 13 tahun lagi untuk mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi. Bonus itu bisa jadi berkah kalau kita kelola dengan baik, tapi bisa jadi musibah kalau kita kelola dengan buruk. Salah satu kuncinya adalah dengan menyiapkan SDM yang unggul, dan itu lewat pendidikan,” ujar Ganjar.
Baca Juga: Ganjar Lamar Pemuda Situbondo Alumnus Tiongkok Jadi Jubir
Menurut Ganjar, pendidikan tidak hanya dilakukan di sekolah formal. Pondok pesantren juga memiliki peran yang sangat strategis untuk mewujudkan itu.
Melalui pendidikan di pesantren, maka generasi muda bangsa bisa menjadi manusia yang cerdas secara intelektual, emosional dan juga spiritual. Selain cerdas, mereka juga memiliki adab dan budi pekerti yang baik.
“Yuk para ulama, kita didik anak-anak kita memiliki pengetahuan yang hebat. Ponpes bisa ambil peran untuk itu,” ajaknya.
Ganjar mendapat sambutan hangat dari kalangan pesantren. Pengasuh Ponpes Nurul Muhsinin, Tuan Guru Haji Daud Muhsin mengatakan, apa yang disampaikan Ganjar adalah bukti kepeduliannya pada dunia pesantren.
“Kami yakin pak Ganjar bisa mewujudkan itu, menjadikan manusia yang sejahtera dan amanah untuk Indonesia di masa depan,” katanya.
Pengasuh Ponpes Darul Habibi NWDI, Tuan Guru Haji Ahmad Tantowi juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengatakan, Ganjar serius mengembangkan SDM dan bekerja sama dengan pondok pesantren karena dia adalah keluarga santri.
“Istri pak Ganjar ini cucu seorang kyai besar di Purbalingga bernama Kyai Hisyam Kalijaran. Jadi beliau ini cucu dan mantu seorang kyai yang punya pondok pesantren. Beliau ini santri, maka beliau dekat dengan pondok pesantren,” ungkapnya.
Dia juga sepakat dengan Ganjar bahwa pondok pesantren harus menjadi mitra dalam mendidik anak bangsa. Tidak hanya ilmu agama, namun juga ilmu pengetahuan umum lainnya.
“Kami Ponpes Darul Habibi ini tergabung dalam Nahdlatul Watan Diniyah Islamiyah. Jadi kami juga mengembangkan sekolah umum selain kegiatan mengaji, untuk menyiapkan santri yang cerdas secara intelektual, spiritual dan emosional generasi kita,” tutupnya. (ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”pilpres-2024″]






