Malang (betitajatim.com) – Nama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo menjadi dua tokoh Indonesia yang sangat populer di kalangan Pemuda di Kabupaten Malang. Hal itu diketahui dari survey yang digelar DPD KNPI Kabupaten Malang, beberapa hari terakhir.
Selain Ganjar dan Prabowo, Survei Kepemudaan 2023 yang diselenggarakan oleh DPD KNPI Kabupaten Malang, juga menempatkan Anies Baswedan.
Prosentase mereka yakni, Ganjar Pranowo dengan angka 75,9 persen, lalu Prabowo Subianto 70,9 persen, Ridwan Kamil 61 persen, Sandiaga Uno 55,9 persen, dan Anies Baswedan 54,9 persen.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Malang, Zulham Ahmad Mubarok, menjelaskan, survei ini menggunakan metode simple random sampling dengan responden 390 orang pemuda dari setiap desa di Kabupaten Malang. Standar pemilihan responden yakni satu desa satu pemuda.
“Survei ini mendefinisikan pemuda yaitu mereka yang berusia 17-39 tahun, yang terdiri dari kelompok generasi Z yakni usia 17-23 tahun dan milenial usia 24-39 tahun,” ungkap Zulham, Senin (30/1/2023) sore di Kepanjen, Kabupaten Malang.
Zulham menguraikan, tokoh-tokoh nasional ini populer di mata para pemuda di Kabupaten Malang karena media sosial. Sebab, dalam survei itu disebutkan juga bahwa para pemuda ini banyak mengakses media sosial untuk mengakses informasi terkini dan isu lokal.
Masih kata Zulham, sebanyak 80,5 persen responden menggunakan platform media sosial untuk mengakses informasi terkini dan isu lokal. Kemudian disusul dengan televisi 13 persen dan berita online 12,7 persen.
“Jadi tokoh populer ini dikarenakan mereka para tokoh, sering viral dan banyak penontonnya di Kabupaten Malang. Hanya saja sikap pemuda kita ini tidak mendalam terkait para calon. Mereka masih menilai saja,” tegasnya.
Zulham mengaku, meski ada beberapa tokoh nasional yang dinilai populer, masih banyak para pemuda di Kabupaten Malang yang masih belum menentukan pilihan dalam Pemilu 2024. Sehingga, pilihan para pemuda disebut masih bisa berubah.
“Artinya ini masih sangat luas. Masih sangat bisa diterjemahkan dengan ringan, belum menukik,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ganjar-pranowo”]
Zulham mengaku, tingkat partisipasi pemuda di Kabupaten Malang dalam mengikuti Pemilu terhitung cukup tinggi. Tercatat, 74,9 persen pemuda ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2014 dan 2019. Hal itu menunjukkan bahwa angka kehadiran pemuda dalam proses Pemilu masih sangat tinggi.
Zulham menambahkan, soal politik identitas, pihaknya kurang sepakat. Pihaknya akan menggandeng banyak pemuda untuk mempelajari politik agar kawan-kawan pemuda, tidak terjebak politik identitas.
“Survey kepemudaan ini dalam rangka berpartisipasi dalam demokrasi,” Zulham mengakhiri. [yog/but]







