Surabaya (beritajatim.com) – Predikat ‘The Next Lionel Messi’ seolah tak berhenti memakan korban. Ironisnya, sebutan ini acap kali menghancurkan karir rekan satu tim Lionel Messi kala berseragam Barcelona. Ada nama Bojan Krkić, Alen Halilović, dan Gai Asulin ketiga nama tersebut sama sama pernah berseragam Barcelona.
Bagi penggemar Barcelona, tentu asing dengan Gai Asulin. Ia dulu dielukan banyak orang akan menjadi ‘the next Messi’. Bagi banyak orang, mungkin dijuluki the next Messi itu pujian yang tinggi. Tapi, pemain yang dijuluki demikian, itu akan jadi beban besar untuk dilalui.
Meski tidak pernah tampil di skuad utama Barcelona, pemain asal Israel ini muncul beberapa kali di laga pra-musim Barcelona 2009 lalu. Setelah ekspektasi tinggi yang diarahkan pada Gai Asulin, hingga kini tak pernah berhasil menembus tim utama karena cedera, konflik dengan pelatih, hingga beban ekspektasi.
Assulin lahir di Nahariya, Israel, tahun 1991 memulai karier junior dengan merumput bersama Hapoel Haifa, kemudian Beitar Bes Tubruk pada 1997 sampai 2003. Setelah itu, orang tua Assulin kemudian berinisiatif untuk mengirimkan proposal ke Barcelona untuk memberikan kesempatan trial pada putra mereka. Usaha mereka berhasil, di mana usai trial itu dilaksanakan, Assulin dinyatakan lolos kompetensi untuk menimba ilmu sepak bola di Catalunya. Ia kemudian menjalani program pelatihannya di La Masia mulai 2003 hingga 2007, tatkala dia dipromosikan ke Barcelona B.
Karir Assulin terhitung cekatan, hal itu dilatarbelakangi oleh kemampuan yang mumpuni dalam mengolah bola, terutama ketika melakukan
drible dan melewati lawan, atribut yang persis dimiliki King Leo Messi. Musim 2007-2008, di bawah arahan Pep Guardiola, Asulin menjadi salah satu pemain paling berpengaruh untuk Barcelona B dengan kontribusinya mencetak gol buat tim muda Blaugrana di Tercera Division (divisi tiga liga Spanyol), sampai membawa timnya juara sekaligus promosi ke Segunda Division (divisi kedua).
Saat Pep naik jabatan untuk menangani tim senior menggantikan Frank Rijkaard pada tahun 2008, Assulin merupakan pemain yang turun dibawa promosi ke tim senior Barcelona oleh Pep pada tahun kedua kepelatihannya, yakni musim 2009/10. Namun, rentetan cedera membuat pemain bernama lengkap Gai Yigaal Asulin ini kemudian tak mampu tampil maksimal.
Assulin hanya sekali merasakan kebanggaan bermain untuk tim senior Barcelona pada 28 Oktober 2009, ketika tampil di ajang Copa del Rey melawan Cultural Leonesa. Itupun hanya selama 56 menit, karena dia kemudian digantikan lagi oleh Eric Abidal.
Minimnya kesempatan dan adanya ketegangan antara dirinya dengan pelatih Barcelona B kala itu, Luis Enrique, lantas Asulin pun memilih buat memutuskan kontraknya dengan Barca untuk melawat ke Inggris bersama Manchester City.
Namun sayang, kepindahan Asulin ke Premier League ternyata tidak sama sekali mengubah nasibnya. Malah, Assulin sama sekali tak pernah bermain untuk tim utama City.
Ia akhirnya dilepas pada musim 2011/12, bersamaan dengan Owen Hargreaves. Selanjutnya, Assulin tercatat sebagai pemain Brighton, lalu sejumlah klub papan bawah Spanyol, Hapoel Tel Aviv, Kairat, Politechnica lasi. Informasi terbaru, Asulin tengah bersama Crema pada Serie D Italia. Penurunan karier Assulin diakui sendiri dirinya. Hal itu disebabkan karena tekanan dari sebutan ‘The Next Messi’ yang disematkan padanya.
Seperti dikutip dari ESPN.com pada suatu wawancara ia menerangkan jika “Saat mereka
membandingkan anda dengan pemain terhebat sepanjang sejarah (Messi), maka mereka punya harapan tinggi. Dan ketika anda masuk ke lapangan, maka itu sangat berat. Saya pikir, secara pribadi, itu (julukan Messi Israel) sedikit menyiksa saya.” Terang Asulin. [dan/esd]






