Surabaya (beritajatim.com) – PSSI Pusat didesak untuk segera menyelenggarakan kongres pemilihan kepengurusan PSSI Jawa Timur periode 2026-2030, yang telah tertunda sejak Januari lalu.
Melalui forum Silaturahmi Sepak Bola Jawa Timur di Hotel Namira Surabaya, Jumat (1/5/2026), para pengurus Askab, Askot, dan klub bola menilai sikap PSSI Pusat cenderung lamban serta kurang tegas.
Kekecewaan tersebut memicu anggapan adanya unsur kesengajaan dari PSSI Pusat melalui Plt Asprov PSSI Jatim, terutama terkait isu penggantian pengurus daerah dengan pejabat pelaksana tugas (Plt).
Juru Bicara Forum, Saiful Anwar, mengungkapkan bahwa upaya mengulur waktu kongres serta pergantian sejumlah Plt di tingkat kabupaten/kota ini merupakan bentuk kegagalan fatal dalam organisasi.
Saiful menegaskan bahwa ketidakpastian ini sangat merugikan, mengingat Jawa Timur merupakan barometer sepak bola nasional yang sedang bersiap menghadapi Porprov Jatim X/2027.
“Padahal mestinya, kalau mereka mau menyelesaikan organisasi ini dengan baik maka segeralah lakukan kongres pemilihan ketua karena urgensinya ada di situ,” ujar Saiful dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, polemik yang berlarut-larut ini tidak hanya mengganggu persiapan sepak bola pria di tiap daerah, tetapi juga berdampak pada cabang sepak bola putri hingga futsal.
Sementara itu, kekhawatiran terbesar adalah munculnya aksi boikot pelaksanaan Porprov pada cabang sepak bola jika aspirasi para pengurus daerah tetap diabaikan.
“Kita enggak bisa bayangkan kalau kemudian teman-teman itu memboikot pelaksanaan Porprov di cabang sepak bola. Jadinya apa Porprov ini? Itu yang mereka tidak pikirkan,” kata dia.
Calon Ketua Asprov PSSI Jatim, Raja Siahaan, yang hadir dalam acara itu, menyatakan pihaknya masih menanti kepastian jadwal resmi dari Plt Asprov PSSI Jatim, Kairul Anwar.
Ia menginformasikan bahwa Plt Ketua Asprov Jatim baru akan bersurat ke PSSI Pusat pada 5 Mei mendatang untuk menanyakan jadwal pasti pelaksanaan kongres.
Raja menjelaskan bahwa berdasarkan statuta, PSSI Pusat wajib memberikan respons resmi maksimal 14 hari setelah surat tersebut dikirimkan. “Kita tunggu bagaimana bunyi surat balasan dari pusat pada tanggal 5 nanti, kemudian akan kami pelajari lebih lanjut langkah berikutnya,” ujar Raja, calon tunggal Ketua PSSI Jatim itu.
Ia berharap agar seluruh proses organisasi dapat kembali berjalan pada alur yang benar demi kemaslahatan dan kemajuan sepak bola di Jawa Timur.
Baginya, kondusivitas organisasi adalah kunci utama agar pelaksanaan kongres nantinya dapat membuahkan hasil yang positif bagi semua pihak. “Yang kita harapkan adalah semua kegiatan yang kita lakukan harus berlaku berjalan dengan kondusif sehingga semua bisa berjalan dengan baik,” paparnya.
Senada dengan hal itu, Ketua Askab PSSI Pamekasan, Abdul Rozak, turut mengecam keras segala bentuk kesengajaan PSSI Pusat dalam penundaan kongres ini.
Sebagai langkah terakhir, ia mengancam akan mengerahkan ribuan massa dari berbagai daerah untuk mendatangi kantor PSSI Pusat di Jakarta jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. “Saya pribadi akan menyiapkan 20 bus. Kalau 200 orang ke Jakarta, berarti 43 (Askab-Askot) sudah 8 ribu (massa). Dan ini akan memberikan kepastian atas terselenggaranya kongres,” pungkasnya. (rma/kun)






