Jember (beritajatim.com) – Forum Mantan Anggota Legislatif (Formal) DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyerukam enam hal dalam pemilihan kepala daerah.
“Pertama, kami meminta kepada semua calon kepala daerah dan wakilnya di Pilkada Jember 2024 agar memberikan pendidikan politik yang baik, santun dan menjunjung etika kepada masyarakat Jember,” kata Ketua Formal Madini Farouq, Kamis (16/5/2024).
Formal mendesak semua pihak tidak melakukan kampanye hitam dan fitnah politik yang membuat situasi tidak kondusif.
“Kami mengajak semua pihak untuk mewujudkan pilkada damai dan ceria dengan menjunjung prinsi kejujuran, keadilan dan tidak melakukan korupsi, kolusi, nepotisme dalam pelaksanaan pemerintahan;” kata Madini.
“Kami menolak segala bentuk korupsi pilkada, baik berupa.abuse of power, money politics, dan penyumbang atau penerima gelap kampanye di Pilkada Jember,” kata pria yang pernah menjadi Ketua DPRD Jember 2004-2009 ini.
Menurut Madini, Formal memahami bahwa jabatan bupati dan wakil bupati adalah jabatan politik. “Maka Formal mendukung perpaduan pasangan politisi dan non politisi agar tercipta harmoni kepemimpinan yang bisa saling mengisi dan melengkapi,” katanya.
Terakhir Formal mengajak rakyat Jember agar tidak golput dalam pilkada. “Ini untuk menghasilkan pilkada yang baik dan legitimate dalam rangka mewujudkan Jember thoyyibah wa robbun ghofur,” kata Madini.
Formal berdiri pada 2019 dan beranggotakan para mantan legislator DPRD Jember sejak 1999 hingga 2019. Setelah lama tidak aktif, 14 anggota Formal, lima di antaranya berstatus ketua partai tingkat kabupaten, melakukan pertemuan untuk menyikapi pilkada, Kamis (16/5/2024).
“Kami membicarakan Pilkasa 2024 karena bagaimana pun teman-teman mantan anggota legislatif pernah berbuat dan bermanfaat bagi rakyat Jember, sehingga kita mintai sumbang saran dan pemikiran,” karta Madini. [wir/aje]






