Surabaya (beritajatim.com) – Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) III 2023 yang diselenggarakan di Jakarta pada 23-24 November 2023 berhasil membukukan kontrak senilai Rp20,2 triliun. Kontrak tersebut melibatkan perusahaan dalam negeri, termasuk UMKM, dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di sektor hulu migas.
“Ini menunjukkan kontribusi signifikan industri hulu migas sebagai pendorong roda perekonomian nasional,” kata Vice Presiden sekaligus Ketua Panitia Forum Kapanas, Erwin Suryadi.
Dari total kontrak tersebut, UMKM menguasai porsi sebesar 30 persen, atau senilai Rp 6,06 triliun. Hal ini mencerminkan peran penting UMKM dalam mendukung industri hulu migas.
“UMKM menjadi salah satu fokus utama Forum Kapnas,” ujar Erwin. “Kami ingin terus meningkatkan peran UMKM dalam industri hulu migas, baik dari sisi utilisasi produk dan jasa, maupun dari sisi pembinaan dan pengembangan kapasitas.”
Forum Kapnas III 2023 diikuti oleh 14.087 peserta, termasuk perwakilan pemerintah, KKKS, perusahaan dalam negeri, UMKM, dan akademisi. Forum ini menghadirkan berbagai rangkaian acara, seperti sesi diskusi, pameran, dan penampilan hiburan.
Salah satu sesi diskusi yang menarik perhatian adalah sesi FGD tentang upaya mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja asing (TKA). Pada sesi tersebut, para pembicara mengungkapkan bahwa komitmen untuk mengurangi ketergantungan TKA semakin kuat.
“Dari sekitar 2000-an staf dan pekerja Medco saat ini, jumlah pekerja asingnya tidak lebih dari 3 orang,” kata Amri Siahaan, Senior VP Business Support Medco E&P Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa industri hulu migas di Indonesia telah memiliki kapasitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
Forum Kapnas III 2023 diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan peran pelaku usaha dalam negeri di industri hulu migas. Forum ini juga diharapkan dapat mendorong upaya mengurangi ketergantungan terhadap TKA, serta meningkatkan kapasitas SDM di sektor ini.[rea]






