Malang (beritajatim.com) – Yayasan Darul Huda di Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, mulai menyiapkan sarana dan prasarana gedung baru untuk menampung ratusan santri.
Pembangunan oleh Yayasan yang menaungi Ponpes Darul Huda dan berdiri sejak tahun 1965 itu, untuk meningkatkan sarana pendidikan serta menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Yayasan yang didirikan oleh mendiang H.Abdul Aziz dan H Mohammad Khozin sejak tahun 1965 silam ini, mulai menyiapkan 4 unit bangunan sebagai lembaga KBM dengan alokasi dana sekitar Rp 1,5 milyar.
Ketua Yayasan Darul Huda, Abdulrahman mengatakan, untuk pembangunan yang tengah berlangsung saat ini yaitu gedung Madrasah Aliyah (MA) dengan target tiga lantai.
“Untuk launching pembangunan satu ruang kelas gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan kami laksanakan mulai Kamis 4 Nopember 2021 lusa. Mungkin kedepannya bisa berlanjut pembangunan gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta gedung Raudlatul Anfal (RA) kini juga tengah kami programkan,” ungkap Abah Dur, sapaan akrab Abdulrahman, Senin (1/11/2021) sore.
Pria yang mantan Anggota DPRD Kabupaten Malang itu menjelaskan, mengenai sumber pendanaan yang ia alokasikan, selain sebagian dari pemerintah juga hasil shearing dengan yayasan.
“Dengan dibangunannya beberapa gedung baik yang sedang berlangsung maupun yang tengah kami programkan, yakni untuk meningkatkan sarana sekolah. Dengan harapan dapat memenuhi fasilitas para siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar atau KBM,” tegas Abah Dur yang juga Ketua Baitul Muslimin Indonesia, Kabupaten Malang ini.
Abah Dur menjelaskan, untuk jumlah siswa keseluruhan di empat lembaga Yayasan Darul Huda ada sekitar 800 murid. Selain mengelola empat lembaga pendidikan, sambungnya, didalam yayasan tertua di Malang Selatan tersebut, juga ada pendidikan non formal Pondok Pesantren Ponpes Raudlatul Falah dibawah asuhan ustadz Musleh, salah satu alumni Ponpes di Ploso Kediri.
“Saat ini, kami juga tengah membangun 4 lokal tempat bermukim para santri. Untuk jumlah santri baru 36 orang. Selain mengedepankan pembelajaran kitab kuning, disini juga ada metode pembelajaran hafidz Qur’an,” papar Abah Dur.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pondok-pesantren”]
Dengan keberadaan Ponpes dalam satu atap ini, tambah Abah Dur, pihaknya berharap agar sama-sama maju bermanfaat serta berkembang dengan baik. Semua tidak bisa berjalan dengan sendiri, namun perlu adanya kontribusi atau dukungan dari semua pihak.
“Dalam hal ini tentunya perlu adanya dukungan dari pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Kalau mereka tidak memberikan dukungan, sepertinya kurang pas, karena bagaimanapun tujuannya sama, sesuai dengan kewajibannya yaitu mencerdaskan kehidupan putra-putri bangsa,” Abah Dur mengakhiri. [yog/but]







