Malang (beritajatim.com) – FMIPA UB (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya) membuka satu program studi (prodi) baru yakni Sains Data menjelang penerimaan mahasiswa baru tahun 2023/2024.
Secara resmi, prodi Sains Data dinyatakan sejak 22 Februari 2022 lalu, dan berada di bawah Departemen Statistika. Dekan FMIPA UB, Ratno Bagus Edy Wibowo, S.Si, M.Si,Ph.D menjelaskan bahwa prodi baru tersebut sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa yang akan datang.
“Data adalah satu kebutuhan penting yang begitu menjanjikan di masa datang. Keberlimpahan dalam berbagai bentuk bisa dimanfaatkan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Kebutuhan data ini, perlu diolah dan dianalisis untuk menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, di berbagai sektor, bukan hanya pendidikan, namun juga industri, sosial humaniora dan bisnis,” katanya pada Senin (27/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”universitas-brawijaya”]
Menurutnya, prodi Sains Data akan menjadi tempat yang mengorbitkan sumber daya manusia mumpuni dalam pengolahan data. “Pengolahan data yang berlimpah berhubungan satu sama lain, berkaitan dengan SDG’s dan program prioritas pemerintah sehingga membutuhkan pengolahan data yang akurat. Kita menyambut potensi ini guna menyiapkan calon pengolah data handal dengan prodi Sains Data ini,” pungkasnya dalam keterangan.

Ketua Program Studi Sains Data, Dr Adji Achmad Rinaldo F, SSi, MSc menambahkan jika tahun 2023 ini Sains Data bakal menerima mahasiswa dari tiga jalur seleksi, Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT serta Seleksi Mandiri.
Kuota, di jalur SNBP sebanyak 18 mahasiswa, SNBT juga sebanyak 18 mahasiswa dan seleksi mandiri 24 mahasiswa. “Jadi total kuota tahun ini sejumlah 60 mahasiswa, sesuai dengan kuota masing-masing 30 persen untuk jalur SNBP dan SNBT dan 40 persen maksimal untuk jalur mandiri,” ungkapnya.
Adji, sapaan memandang 5 hal yang menjadi karakter prodi Sains Data di UB. Pertama, Sains Data butuh konsep dasar Statistika yang kuat, karena induknya Statistika. Kedua, integrasi konsep statistika berbasis teknologi komputer,
“mahasiswa harus dapat otomatisasi, lalu fokus pada Data Analytic serta Data Engineer, dibekali dengan teori statistika mumpuni dan kombinasi machine learning melalui statistical learning, karena tetap perlu ada sentuhan manusia dalam ilmu ini,” pungkasnya dalam keterangan (dan/kun)






