Malang (beritajatim.com) – Peringatan Dies Natalis ke-11 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) Malang dilakukan dengan tetenger bumi. Tetenger Bumi merupakan kegiatan menandai bumi lewat penanaman pohon, yang hasilnya bisa dinikmati oleh banyak makhluk hidup di kemudian hari.
Tetenger Bumi berlangsung di tiga desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), pohon yang ditanam berjumlah 110 Pohon, terdiri dari 55 pohon alpukat serta 55 pohon durian. Tibyani, S.T., M.T. selaku koordinator menerangkan jika tetenger bumi secara konsisten dilakukan tiap peringatan hari jadi sejak tahun 2019.
Pemilihan tempat di Sumawe berdasar pada kejadian banjir bandang dan longsor yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Malang bulan Oktober lalu. “Salah satu upaya kami untuk menanami Pohon di daerah Hulu Daerah Tangkapan Air (DTA) untuk mengurangi Banjir di Malang Selatan di Desa Sitiarjo,” kata Tibyani dilansir dari humas UB, Senin (14/11/2022).
Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Minggu kemarin. Filkom UB bekerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Sumawe. Acara dihadiri oleh sejumlah dosen Filkom UB, dan 33 mahasiswa Filkom untuk membantu proses penanaman pohon. Ada juga 22 orang perwakilan petani dari tiga desa yaitu desa Klepu, Krajan dan Sumbergentong.
[berita-terkait number=”4″ tag=”universitas-brawijaya”]
Secara simbolis penanaman dan penyerahan bibit pohon berlangsung di desa Klepu dan dibuka. Dekan Filkom Prof. Ir. Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si., M.T., Ph.D, yang turut hadir saat acara Tetenger Bumi dilakukan dengan tujuan agar selesai kegiatan tidak hanya pesta saja tapi ada sesuatu yang tetap hidup bertahan.
“Harapannya ini jadi contoh untuk yang lain. Kalau ini kami beritakan siapa tahu nanti lembaga, perguruan tinggi atau dinas-dinas yang lain juga melaksanakan kegiatan seperti ini. Saya yakin manfaatnya sangat banyak,” terang Prof. Wayan.
Sukirno, Kamituwo Dusun Prangas Desa Klepu menyampaikan terima kasih kepada pihak UB yang sudah hadir langsung dan memberi tanaman Durian dan Alpukat. “Semoga apa yang diberikan kepada desa dan warga kami betul-betul banyak manfaat di kemudian hari. Dan semoga bagi warga kami bisa merawatnya sampai tanaman ini nantinya bisa hidup hingga tahun-tahun ke depan dan bisa subur semua,” katanya. (dan/ted)






