Sumenep (beritajatim.com) – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) melakukan penanaman 3.000 bibit pohon di Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep. Penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari Festival Pesisir kedua yang digagas salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas yang beroperasi di Sumenep.
Manager Regional Office and Relation HCML, Hamim Tohari mengatakan, pihaknya menyiapkan 3.000 bibit pohon untuk ditanam. Bibit pohon yang ditanam itu terdiri dari 1.500 cemara udang, dan 1.500 buah-buahan, diantaranya sirsak.
“Ini merupakan komitmen kami untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman pohon ini temanya ‘1-2 Trees’. Jadi satu orang menanam dua pohon. Kampanye ini digalakkan, agar kesadaran menjaga lingkungan bisa tumbuh di semua kalangan,” katanya, Selasa (19/12/2023).
Ia melanjutkan, HCML menanam dua jenis pohon, yaitu cemara udang dan pohon buah. Pohon cemara memiliki makna bahwa HCML mendukung pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pariwisata.
“Sedangkan pohon buah memiliki makna, HCML senantiasa ingin memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar,” ucapnya.
Penanaman 3.000 pohon tersebut secara simbolis selain dilakukan HCML, juga dilakukan Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo. Penanaman tersebut dilakukan secara simbolis. Setelah itu, bibit diserahkan pada kepala desa, untuk dilakukan penanaman bersama-sama warga.
Penanaman pohon tersebut dilakukan dengan mengikuti tradisi masyarakat sekitar, dengan harapan, pohon yang ditanam tersebut tumbuh dengan baik. Tradisi tersebut dinamakan ‘embut-embut’.
“Yang kami tanam ini semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Silahkan diteruskan dan dirawat bibit-bibit pohon ini, agar bisa memberikan nilai bagi masyarakat,” pungkas Hamim. [tem/but]






