Surabaya (beritajatim.com) – Fakhri Husaini, mantan pelatih Timnas Indonesia U16 tahun 2018, memberikan pesan kepada anggota timnas junior agar tidak terlalu tergiur dengan tawaran bermain di luar negeri.
Fakhri mengakui bahwa dalam event besar seperti Piala Dunia, banyak pengamat bakat dari berbagai tim yang datang untuk menilai kemampuan para pemain.
Meskipun demikian, Fakhri menekankan bahwa para pemain harus bijaksana dalam mempertimbangkan tawaran tersebut. Selain kontrak yang harus jelas, mereka juga harus mampu meyakinkan bahwa mereka akan mendapatkan waktu bermain yang cukup di klub luar negeri.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa pemain Indonesia U-17 pernah diincar ketika tampil dalam kejuaraan tertentu, seperti yang terlihat dalam aksi Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023.
BACA JUGA:
Fakhri Husaini Imbau Tak Kritik Berlebihan Timnas Indonesia
“Fakhri mengungkapkan, ‘Ketika Bagus Kahfi, Brylian Aldama, dan David Maulana mendapat tawaran ke luar negeri, saya sampaikan kepada mereka bahwa itu bukan hanya soal kegagahan. Keberangkatan ke luar negeri harus memiliki makna, yaitu mendapatkan kesempatan bermain,'” kata Fakhri.
Fakhri menyambut baik minat banyak pengamat bakat yang datang ke Indonesia. Namun, mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 dan U-19 ini mengingatkan para pemain untuk tidak tergesa-gesa.
BACA JUGA:
Fakhri Husaini Kritik Kualitas Permainan Timnas U-17
“Ia menjelaskan, ‘Ada waktu yang terbuang ketika mereka menjalani trial. Saya menanyakan kepada mereka, kapan kalian akan bermain? Jika ada kesempatan untuk pergi ke luar negeri, silakan, tapi pilih klub yang memberikan peluang bermain,'” ungkapnya.
Fakhri menyoroti peran penting agen dalam proses ini. Menurutnya, agen harus memasukkan klausul yang menjamin bahwa pemain akan mendapatkan waktu bermain dalam kompetisi untuk mengasah bakat dan kualitasnya. (way)






