Surabaya (beritajatim.com) – Fakhri Husaini mengaku bisa merasakan kondisi psikologis pemain Timnas menyikapi gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 Mei mendatang. Mantan Pelatih Timnas U16 itu pernah merasakan keterpurukan tersebut.
Tahun 2015 ketika PSSI dibekukan akibat sanksi FIFA. Imbasnya Timnas U16 dan U19 tidak bisa tampil di Piala AFF Cup.
Dimana para pelatih harus menjadi orang pertama yang berada di depan pemain untuk tetap memberikan dukungan. Memberikan motivasi untuk tetap kembali semangat berlatih.
BACA JUGA:
Fadli Zon : FIFA Hanya Bela Kepentingan Israel
“Sebagai mantan pelatih timnas U16 dan U19 yang pernah juga mengalami hal yang sama tahun 2015 ketika PSSI dibekukan pemerintah dan dilanjutkan pemberian sanksi FIFA. Dalam situasi tersulit sekalipun, gairah dan semangat sepakbola dalam diri mereka pemain muda masa depan sepakbola Indonesia, harus tetap kita jaga keberadaanya,” ungkap Fakhri, Kamis (30/3/2023).
Lebih lanjut ia bisa merasakan bersama bagaimana kesedihan dan kekecewaan. Apalagi para pemain telah memberikan loyalitasnya pada Indonesia. Bukan hanya untuk piala dunia, melainkan mereka sudah melewati beberapa kejuaran mulai dari AFF hingga AFC.
BACA JUGA:
Striker Timnas : Semoga Sanksi FIFA Tak Terlalu Berat
“Dampaknya terhadap pemain timnas U20 tentu bisa kita rasakan bersama. Kesedihan dan kekecewaan itu pasti ada, apalagi mereka sudah mengorbankan banyak hal selama mengikuti pemusatan latihan,”ungkap Fakhri.
Yang disayangkan dari Fakhri Husaini, pembatalan Piala Dunia U20 tidak dijelaskan detail alasannya. Pernyataan FIFA yang sudah beredar luas di masyarakat dengan tafsir yang berbeda-beda.
BACA JUGA:
Kemungkinan Terburuk Sanksi FIFA untuk Indonesia, Dikecam Hingga Dibekukan
“Bisa jadi yang dimaksud FIFA dengan narasi keadaan saat ini itu, pertama maraknya penolakan kehadiran timnas Israel. Kedua, penyelesaian kasus tragedi Kanjuruhan, dan ketiga soal kesiapan venue tempat berlangsungnya pertandingan yang mungkin menurut FIFA masih belum sesuai standar FIFA,” imbuhnya.
Fakhri hanya menunggu alasan pastinya mengenai pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia. “Hanya FIFA, PSSI dan Pemerintah Indonesia yang mengetahuinya,” katanya. [way/but]






