Malang (beritajatim.com) – European Association for Southeast Asian Studies (Euroseas) Masterclass 2023 berlangsung di Universitas Negeri Malang (UM). UM jadi tuan rumah pertama di Asia Tenggara yang menyelenggarakan kegiatan selama tiga hari ini, yaitu dari Senin (22/5/2023) sampai Rabu (24/5/2023).
Dr Grace Tjandra Leksana selaku Kepala Pusat Ekonomi, Humaniora, dan Pariwisata LPPM UM menjelaskan, Euroseas Masterclass merupakan konsorsium akademisi di sejumlah perguruan tinggi di Eropa yang melakukan studi Asia Tenggara. Masterclass ini diselenggarakan dengan kepanitiaan bersama Euroseas;Pusat studi Ekonomi, Humaniora, Pariwisata (PEHP); Perpustakaan UM; dan Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UM.
“Euroseas ini studi asosiasi yang berbasis di Eropa, sudah berdiri sejak 1997. Di Asia tenggara pertama kalinya di UM, biasanya mereka menyelenggarakan di Eropa, tapi kali ini di asia tenggara,” ucap Grace Tjandra Leksana.
Euroseas berkomitmen untuk menstimulasi kerjasama akademik dalam bidang Studi Asia Tenggara. Mereka menyelenggarakan aktivitas rutin, yaitu konferensi bienal di lokasi yang berbeda-beda di Eropa. Paralel dengan konferensi itu, Euroseas mengadakan masterclass untuk membantu mahasiswa S2 dan S3 yang melakukan studi-studi Asia Tenggara.
“Hal itu untuk menstimulasi diskusi akademik dan menajamkan penelitian mereka. Masterclass yang biasanya diadakan secara paralel dengan konferensi akan mengalami terobosan di tahun 2023 ini,” ujar Grace, Senin (25/5/2023) pada awak media.
Euroseas biasa mengadakan konferensi 2 tahunan, biasanya masterclass ini bersamaan dengan konferensi. Namun tahun 2023 ini, kedua agenda itu dipisah. Euroseas secara khusus mengadakan masterclass di UM.
“Total ada 24 mahasiswa doktoral yang berpartisipasi pada kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai negara. Selain itu ada 5 profesor asing. Mereka berasal dari Singapura, Australia, Filipina, dan lainnya yang akan membantu mahasiswa S3 dengan penelitian tentang Asia Tenggara,” sambungnya.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/orsentry-inovasi-shampo-merang-padi-karya-mahasiswa-um-malang/
Selain masterclass bagi peneliti doktoral, panitia turut mengadakan masterclass untuk dosen UM yang akan melanjutkan pendidikan doktoral. Ada Juga agenda film screening dan workshop publikasi populer karya ilmiah yang difasilitasi media daring, The Conversation Indonesia.
Rangkaian kegiatan selama tiga itu bertujuan meningkatkan kultur akademik dan membantu produksi penelitian terbaru dari kalangan akademisi. Terutama terkait isu yang saat ini berkembang di Asia Tenggara.
“UM terpilih sebagai tuan rumah pertama di Asia Tenggara karena sudah masuk dalam jaringan Euroseas. Dan kebetulan kami memang punya beberapa fakultas terkait, seperti ilmu sosial, sastra, humaniora, dan lainya,” pungkas Grace. (dan/ted)






