Surabaya (beritajatim.com) – Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya menyebut stadion kebanggaan arek Suroboyo, Gelora Bung Tomo (GBT) saat ini tak bisa digunakan untuk pertandingan.
Hal ini karena stadion GBT masih dalam pemeliharaan yakni penyulaman rumput sintetis dan rumput asli lapangan.
Eri menyebut penyulaman tersebut kemungkinan akan selesai pada 12 April 2023 mendatang sekaligus kontrak dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Jadi kalau kontraknya udah selesai dengan Menteri PUPR maka ada masa pemeliharaan. Masa pemeliharaan itulah kita yang menggunakan dan kita mengajukan izin pada Menteri PUPR,” kata Eri di Hotel Sheraton, Senin (10/4/2023).
https://beritajatim.com/olahraga/pln-siap-pasok-listrik-stadion-gbt-selama-piala-dunia-u-20/
Eri menjelaskan saat ini seluruh stadion di Indonesia yang batal menjadi venue Piala Dunia U-20 masih belum diperbolehkan untuk digunakan jika kontrak dengan Kementerian PUPR masih belum selesai.
“Tapi sebelum masa kontrak berakhir dengan menteri PUPR, maka seluruh stadion yang ada di indonesia termasuk GBT tidak boleh digunakan dulu karena masih penyulaman rumput,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Wiwiek Widayati menyampaikan hari ini, Senin, sudah dalam pengerjaan penyulaman rumput lapangan GBT tersebut.
“Menyulam itu lebih kepada mengikat akar seperti itu (sintetis dan rumput biasa), tapi secara detail saya gatau, tapi mulai hari ini (pengerjaan nyul rumput,” kata Wiwiek,l.
Wiwiek menerangkan, sejak Kamis (6/4/2023) lalu sudah menyiapkan peralatan penyulaman, bahkan para pekerja langsung practising atau melakukan penyulaman rumput.
“Mereka bekerja 24 jam tiap hari dengan 3 shift 8 jam pergantian,” pungkasnya. [asg/ted]






