Jakarta (beritajatim.com) – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melakukan program pemberdayaan masyarakat dan inisiatif keberlanjutan yang merupakan bagian dalam program ELOC BESTARI dan dijalankan melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Margo Rukun di area operasi Ulubelu, Provinsi Lampung. Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa energi panas bumi tidak hanya membawa manfaat bagi ketahanan energi nasional, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan sosial dan pelestarian lingkungan.
ELOC BESTARI merupakan upaya rehabilitasi hutan yang melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan sosial secara berkelanjutan. Program ELOC Bestari sukses menghantarkan PGE Area Ulubelu meraih PROPER Emas untuk yang ke-3 kalinya. Melalui program ELOC BESTARI (Empowering Local Communities-based Environmental Stewardship Through Social Forestry) masyarakat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan ekonomi pada aktivitas yang berisiko merusak lingkungan seperti perambahan hutan.
General Manager PGE Ulubelu Hadi Suranto menyebut strategi utama dalam mempertahankan PROPER Emas adalah kolaborasi dan keterlibatan aktif dengan masyarakat. “Kami terus berinovasi dan bekerja sama dengan masyarakat untuk mengembangkan solusi yang berkelanjutan, termasuk memanfaatkan panas bumi untuk berbagai keperluan,” kata Hadi.
Masyarakat yang terlibat langsung dalam program ini di antaranya Wastoyo, yang awalnya bergantung dari praktik perburuan liar untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Wastoyo pun beralih, dari seorang yang berburu di hutan menjadi orang yang peduli akan kelestarian hutan.
Suatu saat, Wastoyo melakukan kegiatan pantau hutan bersama teman-teman ERMi (Emergency Response Group Millenials) dibawah binaan PGE Area Ulubelu. Dari kegiatan pantau hutan ini, Wastoyo pun berkenalan dengan Pertamina Geothermal Energy Tbk.
Usaha Wastoyo selama ini yang melakukan konservasi hutan sendirian, mulai mendapat perhatian dari PGE Area Ulubelu. Dukungan strategis dari PGE diberikan dengan membentuk KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) Margo Rukun sebagai wadah legal bagi kegiatan konservasi dan usaha berbasis lingkungan yang dijalankan Wastoyo dan komunitasnya.
Dalam pelaksanaannya, PGE Area Ulubelu memberikan pendampingan dan dukungan kepada KUPS Margo Rukun untuk terus berinovasi. Produk-produk inovatif seperti pembuatan pupuk kompos, pembibitan tanaman, serta budidaya lebah madu pun tercipta dari kegiatan ini. Hingga kini, KUPS Margo Rukun berhasil mencapai omzet sekitar Rp2,2 miliar per tahun, dengan kontribusi terbesar berasal dari usaha pembibitan tanaman. Produk mereka telah dipercaya berbagai perusahaan multinasional dalam menjalankan program rehabilitasi lahan di Lampung dan adopsi konsep budidaya lebah.
“PGE bukan hanya mitra, tetapi sudah seperti keluarga bagi kami. Setiap ada kendala, PGE selalu siap memberikan dukungan,” ujar Wastoyo. [hen/but]






