Ekbis

Petrokimia Gresik MoU dengan PT Dahana Kaji Pembangunan Pabrik Asam Nitrat

Gresik (beritajatim.com) – Menjelang akhir tahun 2022, Petrokimia Gresik melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan PT Dahana (persero) untuk mengkaji pembangunan pabrik asam nitrat, dan amonium nitrat di Gresik.

Penandatanganan MoU itu disaksikan oleh Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) di acara ‘Indo Defence Expo dan Forum 2022” di Jakarta, kemarin (3/11).

Dipilihnya PT Dahana (persero) karena perusahaan BUMN itu berpengalaman dalam tata niaga asam nitrat, dan amonium nitrat. Dalam waktu dekat tim dari kedua perusahaan tersebut akan menyusun Pre Feasibility Study pembangunan pabrik Asam Nitrat dan Amonium Nitrat di area pabrik Petrokimia Gresik.

Seperti diketahui, asam nitrat dan amonium nitrat merupakan produk turunan dari pabrik amoniak. Dimana Petrokimia Gresik saat ini memiliki dua pabrik amoniak dengan kapasitas produksi 1.105.000 ton per tahun. Selain itu, tambahan pasokan gas sebesar 150 MMSCFD juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan pabrik Amoniak-Urea (Amurea) III.

“Kami memiliki potensi besar untuk mendirikan pabrik Asam Nitrat dan Amonium Nitrat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk berbasis nitrat,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo, Jumat (4/11/2022).

Ia menambahkan, selain memiliki asam nitrat dan amoniak nitrat. Perusahaan juga memproduksi pupuk NPK bermerek “Petro Nitrat” dengan formulasi 16-16-16 yang mengandung Nitrogen dalam bentuk Nitrat untuk tanaman hortikultura dan buah-buahan. Selain itu, Amonium Nitrat nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai bahan baku oleh PT Dahana (Persero).

Dalam kajian awal, kebutuhan asam nitrat dan amonium nitrat dalam negeri cukup tinggi dan diperkirakan akan terus meningkat. Sehingga, rencana pembangunan pabrik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan amonium nitrat dalam negeri dan sebagai upaya substitusi bahan baku impor.

“Ini juga untuk mengurangi penggunaan produk-produk impor. Sehingga Pabrik Amonium Nitrat ini sangat strategis untuk mendukung kemandirian ekonomi bangsa,” ungkap Dwi Satryo.

Nantinya lanjut dia, asam Nitrat dan Amonium Nitrat Petrokimia Gresik ke depan diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga pasar ekspor. Dimana Amonium Nitrat menjadi salah satu komoditas yang akan diperdagangankan melalui kantor perwakilan Pupuk Indonesia di Dubai yang baru-baru ini diresmikan.

“Upaya ini sekaligus menjadi komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung Pupuk Indonesia selaku holding, untuk go global,” pungkas Dwi Satryo. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar