Magetan (beritajatim.com) – Petani di Desa Pendem Kecamatan Ngariboyo Magetan Jawa Timur mengeluh tanaman padinya tak sehat. Ada yang bulir padinya tak berisi hingga terkena potong leher. Sebagian petani memilih tak mengairi sawah karena kondisi itu tak bisa diperbaiki.
Salah seorang petani bernama Hari mengatakan dia memilih membiarkan lahan sawaHnya tak lagi diairi. Dia sudah putus asa karena bulir padi miliknya gabuk atau tak berisi. Meski tidak semua, dia yakin jika hasil panen pasti turun akibat beluk itu.
“Ini beluken ya. Sehingga ada sebagian padi yang gak ada berisi. Bermula sejak njebul atau mulia berbuah, padinya gak ada isinya. Dan kondisi ini, jika diairi atau pakai obat dan pupuk apapun tidak bisa lebih baik,” kata Hari saat ditemui di sawahnya, Selasa (30/5/2023).
Kemudian, hal yang sama juga dikeluhkan Samsudin. Selain ada beluk, padi miliknya juga ada yang terkena potong leher. Imbasnya, hasil panen dipastikan menurun.
“Kalau kekurangan air sebenarnya tidak. Namun, karena terkena potong leher ini jadi tidak bisa maksimal. Kalau beluk itu nyaris satu batang ini beberapa bulir padinya gak ada isinya semua. Kalau kena potong leher, yang ada isinya cuma separo saja,” kata Samsudin.
BACA JUGA:
Imbas Pembangunan Irigasi, Ratusan Hektar Tanaman Padi dan Palawija di Magetan Gagal Panen
Para petani hanya bisa pasrah dengan kondisi itu. Mereka teyap akan memanen padinya sesegera mungkin. Kondisi itu nyaris dialami sejumlah petani di Desa Pendem tersebut. [fiq/suf]






