Iklan Banner Sukun
Ekbis

Bupati Gus Muhdlor Minta Perempuan Sidoarjo Miliki Soft Skill

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebanyak 96 kaum perempuan mengikuti pelatihan menjahit yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo. Program ini dibuka langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) di Kantor Kecamatan Candi, Jumat (25/11/2022).

Harapan peserta pelatihan nantinya memiliki soft skill sebagai bekal mencari pekerjaan atau membuka lapangan usaha sendiri. Para peserta juga bakal memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat profesi itu akan menjadi nilai tambah dalam bersaing mendapatkan pekerjaan.

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali meminta kepada peserta pelatihan menjahit untuk serius mengikutinya. Pasalnya pelatihan seperti ini akan berdampak pada peningkatan perekonomian keluarga. Namun bila serius dikuti dan dipraktekkan selepas pelatihan.


“Pelatihan seperti ini penting, panjenengan nanti mendapat sertifikat dari BNSP. Lembaga independen BNSP ini dibentuk oleh pemerintah yang diakui negara dan dunia usaha,” ucapnya.

Gus Muhdlor menambahkan seorang perempuan akan tampak berbeda di mata suami bila memiliki soft skill. Oleh karenanya perempuan saat ini harus mampu meningkatkan kualitas dirinya. Salah satunya dengan memiliki keahlian menjahit yang nanti diikutinya.

“Ada perbedaan signifikan bila seseorang perempuan itu memiliki soft skill, nilainya akan berbeda dimata suami dan keluarga, termasuk soft skill menjahit ini,” imbuhnya.

Gus Muhdlor juga meminta agar peserta pelatihan mempraktekkan hasil dari pelatihan yang diikutinya. Peserta pelatihan nantinya dapat membuka usaha sendiri. Dengan begitu akan membantu pemerintah menekan angka pengangguran.

Dikatakannya angka pengangguran di Sidoarjo menurun cukup tinggi. Sekitar 2 persen. Penurunan tersebut tertinggi se kabupaten/kota di Jawa Timur. Meski begitu angka pengangguran terbuka di Sidoarjo masih tertinggi di Jawa Timur.

“Penurunan angka pengangguran terbuka kita sangat signifikan ditahun ini, capaian ini salah satunya dari program kegiatan pelatihan semacam ini,” jelas alumni Unair Surabaya itu.

Oleh karenanya Gus Muhdlor akan terus mendorong program pelatihan seperti ini. Selain itu ia juga akan mendorong tindak lanjut dari pelatihan tersebut. Hal itu  penting untuk mencetak bidang usaha lainnya.

“Saya yakin kalau semua pelatihan disemua kecamatan berjalan dengan baik dan tindak lanjutnya juga baik maka TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) akan turun lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo Ainun Amalia mengungkapkan peserta pelatihan berasal dari tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Candi, Tanggulangin dan Jabon. Setelah pelatihan selesai, mereka akan mengikuti uji kompetensi.

“Pembiayaan kegiatan ini dibebankan pada APBD di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo pada anggaran yang bersumber Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau  DBHCHT,” jelasnya. [isa/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar