Ekbis

Begini Kesiapan Smartfren Songsong Era 5G

Perwakilan dari PT. Smartfren Telecom, Tbk memberikan penjelasan soal persiapan era 5G, Kamis (24/10/2019).

Pasuruan (beritajatim.com) – Seiring dengan semakin dekatnya rencana pemerintah untuk merilis layanan 5G secara komersial, beragam langkah telah disiapkan oleh operator telekomunikasi. Tidak terkecuali PT. Smartfren Telecom, Tbk.

Setelah sebelumnya melakukan uji coba teknologi berbasis 5G untuk industri pada Agustus 2019 di Jakarta, kali ini Smartfren melakukan simulasi dari penerapan teknologi 5G di era 4G. Salah satunya adalah di Surabaya, Jawa Timur. Yakni, Smartfren menerapkan satu sistem dan juga infrastruktur yang mengambil salah satu prinsip dari teknologi 5G yaitu kepadatan jumlah penerima dan juga pemancar.

“Salah satu contoh penerapan insfrastruktur dan juga teknologi baru yang kami terapkan adalah dengan meletakkan antena lebih dekat ke tanah, untuk mentransmisikan apa yang disebut sebagai ‘gelombang millimeter’ dan juga menambah jumlah pemancar dan penerima yang lebih besar,” kata Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations and Special Project Smartfren, saat media gathering di kawasan Gunung Bromo, Kamis (24/10/2019).

“Ini akan memungkinkan kepadatan penggunaan yang lebih tinggi, salah satu prinsip teknologi 5G inilah yang sudah kami exercise dan terapkan sekarang. Memang saat ini prinsip teknologi ini kami gunakan untuk mengurai kepadatan dan juga mengoptimalkan layanan kepada para pelanggan,” sambungnya.

Selain teknologi dan juga prinsip diatas, sejak 2017 Smartfren telah menerapkan beberapa teknologi yang menjadi salah satu pendukung dari penerapan teknologi 5G yaitu Massive MIMO Base Stations dan Multi-Antenna Space Division Multiple Access (SDMA). Teknologi 5G sendiri, diprediksi Smartfren akan dimanfaatkan terutama untuk kepentingan industri, dan tidak menjadi suatu teknologi yang akan menggantikan konektivitas 4G.

Sementara untuk kebutuhan end-user yang memakai handset atau perangkat mobile, masih akan menggunakan 4G. Dengan kata lain, 5G nantinya masih akan fokus pada pasar tertentu, terlebih, perangkat mobile yang mendukung 5G masih terbatas saat ini.

“Teknologi 5G nantinya bukan hanya sebagai suksesor 4G. Kenapa demikian? karena 5G punya spesifikasi tersendiri untuk pasar yang sangat fokus, seperti industri, mobil, entertainment, yang membutuhkan kapasitas bandwith yang besar, jadi jangan terpikir 5G akan menggantikan 4G, tapi pelengkap, akan berbarengan,” tutup Munir. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar