Iklan Banner Sukun
Ekbis

Anggota DPR RI Tinjau Program Padat Karya untuk Warga Terdampak JGSM

Surabaya (beritajatim.com) – Warga terdampak di area pembangunan Jalur Ganda Sepanjang – Mojokerto (JGSM) diberikan program padat karya untuk menekan pengangguran karena dampak pandemi. Kegiatan ini merupakan program padat karya pada pengerjaan JGSM.

Program padat karya ini merupakan arahan dari Menteri Perhubungan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Untuk meninjau program yang juga masuk dalam proyek strategis Nnsional ini, anggota Komisi V DPR Sigit Sosiantomo mengadakan tinjauan lapanganuntuk memantau progress pengerjaan.

Tinjauan lapangan yang dilakukan di Stasiun Tarik ini dihadiri pula oleh Kepala BTP Jatim Mohamad Zulkarnain, EVP PT KAI Daop 8 Surabaya Heri Siswanto, perwakilan Camat Tarik, Kapolsek Tarik, dan Danramil Tarik. Dalam tinjauan tersebut, Kepala BTP Jatim menyatakan bahwa program Padat Karya ini dijalankan akibat adanya pandemi COVID-19 yang juga berdampak pada masyarakat luas, khususnya di sekitar proyek pengerjaan JGSM.

Sehingga BTP Jatim merasa perlu untuk ikut memulihkan ekonomi nasional dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. “Dengan panjang track sekitar 33 km’sp, program ini akan berguna bagi para pekerja sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah bagi masyarakat,” ucap Zulkarnain, Kamis (28/10/2021).

Zulkarnain menambahkan, program Padat Karya di Stasiun Tarik telah menyerap 95 orang yang berasal dari sekitar lokasi. “Rinciannya, Kota Mojokerto sebanyak 22 orang dan Kabupaten Sidoarjo sebanyak 73 orang. Sedangkan yang telah berjalan hingga saat ini, kami sudah menyerap lebih dari 400 orang pekerja padat karya dalam semua paket pengerjaan JGSM,” tambahnya.

“Selain itu, program Padat Karya yang dilakukan teman-teman pekerja di pengerjaan proyek JGSM ini telah mengerjakan beberapa pembangunan, antara lain pembuatan direksi keet dan ruang kerja, pemasangan patok ukur, penjagaan alat berat, penjagaan gudang kerja, penjaga pintu akses ke lokasi pekerjaan, menggelar geotekstil perkuatan, pembesian, dan penyiapan untuk pemasangan box culvert,” jelas Zulkarnain.

Menanggapi laporan yang dijelaskan oleh BTP Jatim, Sigit Sosiantomo menyatakan, pihaknya sebagai pengawas pemerintah sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh BTP Jatim dalam melakukan program Padat Karya di pengerjaan JGSM. Sigit menambahkan bahwa kereta api adalah moda transportasi yang ‘mewah’, jadi proses pembangunan harus dilakukan secara serius.

“Kami di Komisi V pada prinsipnya sangat mendukung kegiatan ini. Saya dalam perjalanan ke lokasi ini telah melihat bahwa program Padat Karya ini berjalan baik. Dan tentunya ini adalah hal yang baik untuk membangkitkan sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Sigit.

Selain itu pihaknya secara simbolis memberikan rompi keselamatan (safety) dan tali asih berupa bingkisan agar semangat para pekerja tetap terjaga. “Ini sebagai bentuk dukungan dari pemerintah, agar teman-teman semua bekerja dengan semangat,” ujar Sigit.

Pembangunan Jalur Ganda Sepanjang-Mojokerto sepanjang 33 kilometer sepur (km’sp) dibagi menjadi 10 paket pengerjaan yang mencakup Kota Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo. Beberapa kegiatan program Padat Karya telah dilakukan sebanyak 5 kali dengan jumlah pekerja yang diserap sampai saat ini lebih dari 400 orang. [way]


Apa Reaksi Anda?

Komentar