Surabaya (beritajatim.com) – Baik early bird atau night owl pasti keduanya punya kekurangan dan kelebihan, serta bisa menyesuaikan kebiasaan dari orang yang menjalaninya.
Namun jika mengacu pada penelitian, orang yang terbiasa bangun pagi dan memulai kegiatan atau belajar pagi-pagi (Early Bird) punya kemampuan otak yang lebih tinggi.
Pendapat tersebut juga bisa diperkuat dengan pepatah yang mengatakan: “The early bird catches the worm.” Artinya, orang yang melakukan sesuatu lebih awal (early) akan mendapatkan suatu keuntungan yang tidak didapatkan oleh orang lain.
Tak mengherankan bila banyak yang mengaitkan produktivitas dengan selalu bangun di pagi hari. Peneliti dari Universitas Birmingham, Inggris meneliti fungsi otak 38 partisipan terkait dengan kebiasaan tidur mereka dengan kategori:
Early Bird (orang yang rata-rata tidur dari jam 11.00 malam dan bangun sekitar jam 06.30 pagi) dan Night Owl (orang yang rata-rata tidur dari jam 02.30 pagi dan bangun sekitar jam 10.00 pagi).
Para partisipan diteliti dengan mesin MRI lalu diminta menyelesaikan beberapa tugas di waktu yang berbeda antara jam 8 pagi hingga jam 8 malam.
Para objek penelitian juga ditanyakan tentang seberapa ngantuk mereka saat itu. Hasilnya, peneliti menemukan jika orang dalam kategori night owls memiliki kemampuan otak yang lebih rendah seperti tingkat konsentrasi menurun dan meningkatnya rasa kantuk di jam kerja.
Selain kesibukan yang cukup tinggi, pola kebiasaan ini ternyata juga akibat dari susunan genetik. Penelitian oleh Michael Weedon, profesor di Inggris dengan melihat data dari 700.000 orang. Hasil penelitiannya, gen kita memiliki pengaruh terhadap kapan waktu seseorang untuk tidur.
Sayangnya, penelitian ini juga menjelaskan jika kecenderungan genetik untuk tidur larut dapat meningkatkan kemungkinan kondisi mental yang kurang baik. Solusi agar lebih bagi Anda yang night owl dengan pandai-pandai menyesuaikan kebiasaan, selama waktu tidur mencukupi.
Bisa jadi malam hari suasana bisa lebih tenang dan Anda punya kemungkinan lebih leluasa karena kerjaan hari itu untuk selesai semua.
Sementara, di siang hari adalah waktunya siklus tubuh untuk bekerja dengan kurang maksimal, atau bisa jadi sebaliknya bergantung pada orangnya masing-masing. (dan/ian)






