Jember (beritajatim.com) – Jembatan Klungkung di Kabupaten Jember, Jawa Timur yang sempat ambrol diterjang banjir, Senin (17/1/2022) sore lalu, akhirnya diperbaiki. Bupati Hendy Siswanto memperkirakan jembatan itu sudah muilai bisa digunakan pada saat lebaran.
Jembatan tersebut menghubungkan Kelurahan Jumerto dan Banjar Sengon di Kecamatan Patrang, dan Desa Klungkung dan Karangpring di Kecamatan Sukorambi. “Tempo hari putus kena banjir besar. Jembatan itu satu-satunya yang menghubungkan empat desa. Kalau tidak ada jembatan itu, mereka harus berputar delapan kilometer,” kata Hendt, saat meninjau jembatan di sisi Patrang, Selasa (19/4/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”jembatan-rusak”]
“Alhamdulillah, insya Allah selesai, tapi belum bisa dilewati kendaraan besar karena masih basah lantainya. Saya kejar agar pada saat lebaran sudah bisa dilewati orang dan sepeda motor saja dulu,” kata Hendy.
Jembatan dengan panjang 33 meter dan lebar delapan meter itu dibeton total. “Total selesainya Juli 2022. Ini jembatan luar biasa. Keren jembatannya. Ini total beton semua, concrete. (Diharapkan bisa bertahan) seratus tahun. Semua pakai sumuran dalam. Lebar fondasinya 2,5 meter,” kata Hendy.
Jembatan Klungkung dilewati Sungai Jompo yang merupakan pertemuan Kali Jompo dan Sungai Pulo. Keduanya berasal dari lereng Gunung Argopuro. Ambruknya Jembatan Klungkung karena diterjang banjir pernah terjadi pada 2019.
Pemerintah kemudian membangun jembatan sementara yang terbuat dari kayu. “Itu memang jembatan darurat. Tahun 2019 jembatan permanen putus. Rencananya akan diperbaiki awal Februari ini,” kata Kepala Desa Klungkung Abdul Gofur, medio Januari silam. [wir/suf]






