Kediri (beritajatim.com) — Konsultasi publik pemaparan konsep akhir Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), peraturan zonasi dan integrasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RDTR untuk mendukung One Single Submission (OSS) Kota Kediri digelar di Kilisuci Ballroom Grand Surya, Selasa (19/11/2019).
Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kediri Enny Endarjati, Direktorat Perencanaan Tata Ruang Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Hendro Pratikno, perwakilan OPD terkait Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kota Kediri, Akademisi Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITB, serta Tim Penyusun Paparan Indikasi Program dan Integrasi KLHS RDTR BWP Kota Kediri.

[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkot-kediri”]
“Sebagaimana tujuan diadakan kegiatan ini salah satunya yaitu untuk agar terciptanya percepatan RDTR sehingga progam OSS di Kota Kediri dapat berjalan optimal. Yang pada akhirnya memberikan masyarakat kemudahan untuk berusaha,” ujarnya.

“Ada beberapa pekerjaan yang masih perlu kita lakukan untuk merealisasikannya. Sehingga, kota ini nantinya benar-benar menjadi pilihan untuk investasi, menempuh pendidikan, mendapatkan layanan jasa maupun berdagang,” imbuhnya.
Terakhir, Enny berpesan untuk mengantisipasi tantangan 10 tahun ke depan, dan merumuskannya bersama-sama dalam forum ini.

Sementara itu, perwakilan Direktorat Perencanaan Tata Ruang Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Hendro Pratikno mengatakan penyusunan RDTR Kota Kediri ini sudah dimulai bulan Juli.
“Pertemuan ini adalah pertemuan yang ketiga. Oktober kita juga sudah lakukan Focus Group Discussion. Dua hari ini ada tiga agenda yang kita lakukan penyusunan RDRT, KLHS, dan peraturan zonasi,” ujarnya. [adv humas/nng]






