Ringkasan Berita:
- Dua rumah di Kabupaten Situbondo terbakar dalam rentang sekitar 13 jam, Kamis malam hingga Jumat siang, 15–16 Oktober 2026.
- Kebakaran pertama terjadi di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, akibat lentera yang diduga memicu api di dapur.
- Kebakaran kedua melanda rumah milik staf DPUPP Situbondo di Desa Talkandang, dengan dugaan awal penyebab korsleting listrik.
- Total kerugian kedua kejadian ditaksir mencapai Rp70 juta tanpa korban jiwa maupun luka-luka.
Situbondo (beritajatim.com) – Dua rumah di Kabupaten Situbondo terbakar dalam rentang waktu sekitar 13 jam. Kebakaran pertama terjadi di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, Kamis (15/10/2026) malam. Sementara itu, kebakaran kedua melanda rumah milik seorang staf Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Permukiman (DPUPP) Situbondo di Desa Talkandang, Jumat (16/10/2026) siang.
Total kerugian material akibat dua kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp70 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kedua peristiwa itu.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Api melalap bagian dapur rumah Mohammad Amin (56), warga Kampung Karang Nangka, Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan.
“Kebakaran bermula saat pemilik rumah menyalakan lampu lentera atau dhemar kambeng di dapur. Lentera itu diletakkan di atas piring kecil berbahan plastik. Karena panas, wadah tersebut meleleh hingga memicu api yang kemudian merembet ke barang-barang di sekitarnya,” kata Puriyono.
Api membakar sejumlah bahan kebutuhan pokok yang telah disiapkan untuk hajatan, mulai dari beras, mi instan, bumbu masak, minyak goreng, kerupuk, hingga kue kering.
Kebakaran pertama kali diketahui Muhammad Eliyas (27), putra pemilik rumah. Saat sedang tidur, ia mendengar suara seperti benda terbakar. Setelah memeriksa sumber suara, ia mendapati bagian dapur rumahnya sudah dilalap api.
Eliyas kemudian membangunkan keluarganya dan meminta pertolongan warga sekitar. Warga bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya hingga kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, dapur semipermanen berukuran 4 x 2,5 meter mengalami kerusakan berat. Kerugian akibat kerusakan bangunan ditaksir mencapai Rp3 juta, sedangkan bahan kebutuhan pokok untuk hajatan yang terbakar diperkirakan senilai Rp17 juta. Total kerugian pada kejadian pertama mencapai sekitar Rp20 juta.
Kebakaran kedua terjadi Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Kali ini, api melalap rumah milik Lukman Hakim (41), staf DPUPP Situbondo, di Dusun Talkandang Barat, Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo.
Saat kejadian, rumah tersebut dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang berada di luar kota. Warga yang melihat kepulan asap dari bagian tengah rumah langsung meminta pertolongan dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual. Tak lama kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Situbondo tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pembasahan.
“Untuk kebakaran di Desa Talkandang, dugaan sementara penyebabnya adalah korsleting listrik di bagian tengah rumah. Namun, penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak terkait,” ujar Puriyono.
Rumah permanen berukuran 17 x 8,5 meter tersebut mengalami kerusakan berat. Kerugian material akibat kebakaran kedua diperkirakan mencapai Rp50 juta. Petugas menyelesaikan proses pemadaman dan pembasahan sekitar pukul 13.30 WIB.
BPBD Situbondo telah melakukan peninjauan dan kaji cepat di kedua lokasi kebakaran. Penanganan selanjutnya direncanakan melalui pengkajian kebutuhan pascabencana serta penyaluran bantuan logistik sesuai kebutuhan.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat menggunakan lampu lentera atau sumber api lainnya di dekat bahan yang mudah terbakar. Warga juga diimbau memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman untuk mengurangi risiko kebakaran di lingkungan tempat tinggal. [awi/beq]






