Ringkasan Berita:
- Material pasir proyek peninggian Jalan Bratang Binangun, tepatnya di depan Ruko RMI, Surabaya, memenuhi badan jalan dan dikeluhkan pengguna jalan di media sosial.
- Pekerjaan perataan material yang semestinya selesai Rabu malam tertunda akibat gangguan teknis alat berat milik kontraktor.
- Ketua Komisi C DPRD Surabaya, M. Eri Irawan, mengkritik lemahnya manajemen pelaksanaan dan pengawasan proyek yang dinilai mengganggu lalu lintas serta membahayakan pengguna jalan.
- DPRD Surabaya akan kembali membahas langkah pencegahan bersama DSDABM dan memeriksa langsung kondisi pengerjaan di lokasi.
Surabaya (beritajatim.com) – Material pasir proyek peninggian Jalan Bratang Binangun, tepatnya di depan Ruko RMI, Surabaya, viral di media sosial Threads setelah memenuhi badan jalan dan dikeluhkan pengguna jalan. Kondisi tersebut mendapat sorotan Ketua Komisi C DPRD Surabaya, M. Eri Irawan, yang mengkritik lemahnya perencanaan dan pengawasan proyek hingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu serta membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Material pasir tersebut merupakan bagian dari pekerjaan peninggian Jalan Bratang Binangun yang terintegrasi dengan pembenahan saluran air di kawasan tersebut. Penataan saluran di sepanjang jalan dan lingkungan sekitarnya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas drainase sehingga genangan lebih terkendali.
Dalam pelaksanaannya, material pasir yang telah ditempatkan di lokasi seharusnya diratakan menggunakan alat berat pada Rabu malam. Namun, pekerjaan tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal karena alat berat milik kontraktor pelaksana mengalami gangguan teknis.
Kontraktor kemudian mencari alat pengganti agar pekerjaan dapat dilanjutkan. Proses perataan material kembali dikerjakan pada Kamis pagi, meskipun pekerjaan tersebut semestinya sudah rampung pada malam sebelumnya.
Eri mengatakan menerima laporan warga mengenai kondisi jalan tersebut pada Kamis pagi. Dia langsung berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk mempercepat penanganan.
“Jangka pendeknya ini kita utamakan keselamatan para pengguna jalan untuk segera diberesi,” kata Eri, Kamis (5/11/2026).
Dia menyebut kejadian tersebut memperlihatkan persoalan dalam manajemen pelaksanaan proyek. Eri meminta DSDABM mengevaluasi kinerja kontraktor dan konsultan pengawas serta memberikan teguran apabila ditemukan kelalaian.
Menurut dia, material proyek yang tidak ditangani dengan baik dapat menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi. Kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan pengendara yang melintas.
“Ini preseden yang tidak boleh terulang kembali. Kondisi ini menunjukkan adanya masalah dalam manajemen pelaksanaan proyek di lapangan,” tegasnya.
Eri mengingatkan bahwa persoalan keselamatan dalam pengerjaan proyek infrastruktur telah dibahas DPRD bersama jajaran Pemkot Surabaya. Rapat tersebut digelar sehari setelah kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di kawasan Margorejo beberapa bulan lalu.
Dalam rapat itu, DPRD bersama seluruh jajaran dinas membahas tata kelola proyek agar pekerjaan infrastruktur tidak mengganggu keselamatan dan mobilitas masyarakat. Pembahasan juga mencakup langkah mitigasi atau pencegahan risiko apabila muncul kendala selama pengerjaan di lapangan.
Karena itu, Eri meminta konsultan pengawas menjalankan tugasnya secara optimal dan DSDABM memperketat pengawasan. Dia menilai masih adanya gangguan di Jalan Bratang menunjukkan perlunya evaluasi terhadap mekanisme pengawasan proyek.
Komisi C DPRD Surabaya akan kembali membahas langkah pencegahan bersama DSDABM. Eri juga memastikan akan memeriksa langsung kondisi pengerjaan di Jalan Bratang pada Kamis siang.
“Kami akan mendetailkan lagi nanti bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga agar tidak ada lagi kejadian serupa. Kami akan cek siang ini di lapangan, apakah prosesnya sudah berjalan dengan betul atau tidak,” pungkasnya. [asg/beq]






