Ringkasan Berita:
- DPRD Banyuwangi menggelar tes urine bagi anggota dewan sebagai komitmen pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
- Sebanyak 30 anggota mengikuti pemeriksaan di Gedung DPRD, sementara tujuh anggota Fraksi Demokrat telah menjalani tes sebelumnya.
- Sebanyak 12 anggota tidak hadir dan diwajibkan mengikuti tes urine susulan di kantor BNNK Banyuwangi.
- Hasil pemeriksaan yang telah keluar menunjukkan anggota dewan yang menjalani tes dinyatakan negatif.
Banyuwangi (beritajatim.com) – DPRD Banyuwangi menggelar tes urine bagi anggota dewan di Gedung DPRD Banyuwangi, Senin (5/10/2026). Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah salah satu anggota DPRD Banyuwangi tersangkut kasus penyalahgunaan narkoba.
Tes urine digelar sebagai bentuk komitmen DPRD Banyuwangi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan legislatif.
Sebanyak 30 anggota DPRD Banyuwangi hadir dan mengikuti pemeriksaan tersebut. Sementara tujuh anggota Fraksi Demokrat telah menjalani tes urine lebih dahulu.
Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara mengatakan, pelaksanaan tes urine merupakan salah satu wujud sinergi dan komitmen bersama untuk memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan legislatif.
Made menjelaskan, jumlah anggota DPRD Banyuwangi saat ini sebanyak 50 orang. Jumlah tersebut berkurang setelah seorang anggota berinisial ADR dinonaktifkan selama dua bulan karena harus menjalani rehabilitasi.
“Jadi harusnya ada 49 ornag yang menjalani tes urine hari ini. Tapi ternyata ada 12 orang yang tidak bisa hadir,” ujarnya.
Made mengatakan, 12 anggota yang tidak hadir dalam pemeriksaan tersebut tidak memberikan pemberitahuan atau alasan yang jelas. Meski demikian, mereka tetap diwajibkan mengikuti tes urine susulan.
“Yang lainnya tetap harus mengikuti tes susulan nanti di kantor BNNK Banyuwangi,” jelasnya.
Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol Rachmat Kurniawan mengapresiasi anggota DPRD Banyuwangi yang hadir mengikuti tes urine sekaligus mendeklarasikan komitmen pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa lingkungan DPRD Banyuwangi bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, hasil tes urine yang sudah keluar menunjukkan anggota dewan yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif.
“Hasil tes urine tentu hasilnya tidak langsung ada sekarang. Nanti apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan hasil positif, BNNK Banyuwangi akan melakukan langkah rehabilitasi dan tindak lanjut yang blebih dalam,” tandasnya. [alr/beq]






