Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 23 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) turut berpartisipasi memamerkan karya lukisnya dalam event Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) ke XIII Tahun 2022 di Jatim Expo, Surabaya.
Ada puluhan karya lukis yang dipamerkan dalam event tersebut. Karya anak-anak istimewa itu dipamerkan di stand Dewan Pengurus Daerah (DPD) Autism Awareness Indonesia (AAI) Jatim.
Ketua DPD AAI Jatim Vivin Komalia berharap melalui PSLI yang menampilkan karya-karya seni lukis ini, masyarakat bisa lebih mengenal ABK. Di sisi lain, kata dia, kepercayaan diri anak asuhnya juga bakal meningkat dengan memamerkan hasil karya lukisnya.
“Keikutsertaan anak-anak ini juga bisa menambah kepercayaan diri, dan karya mereka bisa dihargai oleh masyarakat,” ujar Vivin.
Vivin mengungkapkan bahwa dalam proses melukis sendiri, pihaknya tak menilai baik dan tidaknya karya yang dihasilkan. Namun lebih mengarah kepada kemurnian karya tersebut. “Yang dinilai bukan bagusnya, tapi kemurnian karya mereka. Pondasi utama adalah kejujuran,” ujarnya.
Sementara itu, M Anis, Ketua Sanggar Merah Putih sebagai penyelenggara PSLI menyebutkan jika jumlah stan yang dibangun panitia memang sebanyak 136, tetapi jumlah pelukis yang berpartisipasi lebih dari 220 orang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lukis”]
Pasalnya, di antara peserta tidak sedikit yang mengatasnamakan sekolah atau kelompok, seperti mahasiswa STKW dan SMAN Driyorejo Gresik yang memajang karya para siswanya.
Termasuk Pengurus AAI DPD Jatim yang juga mengambil stan, untuk menampilkan karya anak-anak berkebutuhan khusus yang mereka asuh.“Anak-anak berkebutuhan khusus itu perlu memperoleh tambahan kepercayaan diri, dan saya yakin para pelukis peserta PSLI akan dengan senang hati membantu mereka berkarya,” ujar Anis.
Sebagai informasi, PSLI digelar dalam rangka Hari Jadi ke-77 Provinsi Jatim. Setidaknya ada 3.000 karya akan digelar pada 136 booth/stan yang dibangun panitia dari Sanggar Merah Putih. Rencananya, PSLI akan digelar selama 10 hari. (ipl/ted)






