Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mendorong transformasi digital bagi para pelaku usaha kecil agar mampu bersaing di pasar modern yang kian kompetitif. Melalui pelatihan khusus, para pelaku UMKM kini diarahkan untuk meninggalkan cara lama dan mulai memanfaatkan fitur siaran langsung sebagai sarana promosi yang efektif.
Langkah ini dinilai strategis mengingat tren belanja daring saat ini sangat mengandalkan interaksi visual secara real-time antara penjual dan pembeli. Dengan menguasai teknik komunikasi di depan kamera, produk lokal unggulan diharapkan bisa menjangkau pangsa pasar yang jauh lebih luas dari sebelumnya.
“Tiga detik pertama saat memulai siaran itu sangat krusial untuk menarik perhatian penonton agar tidak beranjak,” ujar Bupati Pasuruan, Mas Rusdi. Beliau menekankan bahwa penggunaan promo yang menarik di awal sesi merupakan salah satu kunci sukses dalam menjaring calon pembeli.
Pelatihan ini juga memberikan pemahaman mendalam mengenai aspek teknis, mulai dari pengaturan pencahayaan yang menarik hingga cara membangun suasana yang akrab dengan audiens. Para peserta diajak untuk lebih berani tampil dan tidak sekadar memajang barang dagangan secara pasif di etalase digital.
“Jangan hanya berjualan satu arah, sebut nama penonton dan jawab pertanyaan mereka agar tercipta interaksi yang kuat,” tambah Mas Rusdi saat memberikan arahan di Kecamatan Prigen. Menurutnya, semakin aktif penjual merespons komentar, maka peluang terjadinya transaksi penjualan akan semakin besar.
Kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK dalam acara tersebut juga memberikan motivasi tambahan bagi kaum perempuan pelaku usaha untuk tidak gagap teknologi. Praktik langsung di lokasi pelatihan diharapkan memutus rasa canggung para peserta saat harus berhadapan dengan kamera ponsel.
Pemerintah daerah berkomitmen akan terus mendampingi para pelaku usaha mikro ini hingga benar-benar mandiri dalam mengelola toko daring mereka. Inovasi pemasaran ini diyakini menjadi solusi jitu dalam meningkatkan omzet harian tanpa terhambat oleh lokasi fisik toko.
Diharapkan setelah pelatihan ini usai, wajah-wajah pelaku UMKM Pasuruan akan semakin sering menghiasi beranda media sosial dengan konten kreatif dan edukatif. Hal ini menjadi bagian dari visi besar daerah dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang tangguh dan berkelanjutan. (ada/kun)






