Kediri (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri secara rutin menggelar monitoring harian harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Setono Betek. Ini untuk memastikan harga komoditas pokok di Kota Kediri terkendali, terlebih saat Bulan Suci Ramadhan.
Moh Ridwan, Kepala DKPP Kota Kediri menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap hari. Pihaknya berkewajiban melaporkan perkembangan harga komoditas ke Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Dikarenakan kita masuk tim pengendalian harga pangan di Bapanas jadi setiap hari update harga pangan,” ujarnya.
Hasil monitoring hari ini, kata dia, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga maupun sebaliknya. Meskipun selisih angkanya tidak terlalu besar.
Adapun update harga komoditas per tanggal 25 Maret 2024 adalah sebagai berikut: gula pasir dari Rp17 ribu naik menjadi Rp17.179; daging sapi murni semula Rp107 ribu naik menjadi Rp110 ribu; cabe merah keriting semula Rp31.500 naik menjadi Rp33.200; tepung terigu curah dari Rp9.400 menjadi Rp.9.700.
Tomat dari Rp27 ribu menjadi Rp28.600. Adapun komoditas yang mengalami penurunan, antara lain: beras premium semula Rp15.380 turun menjadi Rp15.300; daging ayam ras semula Rp38 ribu menjadi Rp37 ribu; telur ayam dari Rp30 ribu menjadi Rp29 ribu.
Bawang merah dari Rp31.800 turun menjadi Rp31.300; cabai merah besar dari Rp38 ribu menjadi Rp37 ribu; serta cabai rawit merah dari harga Rp13.400 menjadi Rp13.300.
Kendati terdapat beberapa kenaikan harga, Pemkot Kediri memastikan pasokan di pasar tetap tersedia dan tidak mengalami kelangkaan, utamanya saat menjelang lebaran yang tinggal dua pekan lagi.
Usai dilakukannya monitoring pasar, Ridwan menjelaskan pihaknya akan menindaklanjuti dengan melaporkan hasil pantauan ke Bapanas melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur.
Di samping itu pihaknya juga melaporkan hasil pemantauan pasar ke Sekretaris Daerah Kota Kediri selaku Ketua Satgas Pangan Kota Kediri untuk selanjutnya dijadikan sebagai dasar pengambilan kebijakan pangan di Kota Kediri.
“Dengan kita melaporkan hasil pemantauan harga pangan harapan semoga harga pangan yang saat ini masih mengalami kenaikan ada intervensi,” ucap Ridwan. Ia memberikan contoh pada komoditas beras medium persentase intervensi yakni lebih tinggi 5 persen dari HET l.
“Alhamdulillah ada OPD lain yang melakukan Operasi Pasar Murni, nanti di DKPP bersama dengan Korpri juga akan menggelar GPM ( Gerakan Pangan Murah ) mulai tanggal 1 hingga 5 April mendatang dalam rangka pengendalian inflasi dan menjaga harga pangan di Bulan Ramadan,” tandasnya.
Sementara itu, Sugeng Abdul Aziz, salah seorang penjual daging sapi di Pasar Setono Betek mengaku saat momentum Bulan Ramadan seperti sekarang ini permintaan daging sapi melonjak tinggi sehingga membuat harga di pasar naik. Namun Ia memastikan jumlah ketersediaan di pasar masih melimpah hingga cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen saat hari raya nanti.
“Sudah biasa kalau saat puasa apalagi mau lebaran harganya pasti naik, karena permintaannya banyak,” kata Sugeng. Dirinya berharap agar kenaikan harga daging sapi serta komoditas lain segera landai kembali agar daya beli masyarakat semakin menggeliat. [nm/beq]






