Jember (beritajatim.com) – Diwarnai dua kartu merah, Persekap Kota Pasuruan berhasil membungkam PSIL Lumajang 2-1 (1-0) dalam lanjutan kompetisi sepak bola Grup C Liga 4 Zona Jawa Timur, di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Selasa (7/1/2025).
Kemenangan ini membuka asa Persekap untuk lolos dari fase penyisihan grup, setelah digulung Persid Jember 0-4 dalam pertandingan pertama, Sabtu (4/1/2025). Saat ini mereka menduduki peringkat ketiga di bawah Persid dan Persipro 1954 dengan mengemas tiga angka.
Persekap membuka keunggulan melalui gelandang Ariel Cristiano pada menit 11. Petaka terjadi setelah pemain bertahan Samsul Hadi harus keluar dari lapangan karena terkena kartu kuning pada menit 14 dan 40.
Bertanding dengan sepuluh pemain, tentu saja tidak mudah. PSIL berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mencetak gol pada menit 49 melalui Ahmad Firli Sanusi.
Berhasil mencetak gol penyama kedudukan, PSIL meningkatkan intensitas serangan. Mereka berusaha segera mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Namun Persekap tak semudah itu ditaklukkan.
“Counter attack mereka bagus. Mereka terlihat padu, kolaborasi pemain muda dan senior bagus,” puji asisten pelatih PSIL Reza Mustofa Ardiansyah.
Memperkuat lapangan tengah, penyerang Persekap bernomor punggung 7, Zainulloh, ditarik dan digantikan gelandang Fikri Wahyu Zakarya pada menit 75. Pergantian yang jitu, karena lima menit kemudian pemain bernomor punggung 11 itu menjadi supersub dengan mencetak gol kemenangan ke gawang PSIL yang dijaga Pandan Ridho Ramadhan.
“Saya senang karena bisa mencetak gol di menit-menit akhir. Ini gol pertama saya untuk Persekap dan gol pertama saya di Liga 4,” kata Fikri yang dibesarkan klub sepak bola amatir Indonesia Muda Kediri ini.
Tertinggal 1-2, PSIL mencoba bangkit. Namun kondisi lapangan yang licin setelah hujan turun membuat benturan antarpemain dan pelanggaran sering terjadi. Puncaknya, pada menit 85, giliran gelandang PSIL Raffi Ichlasul Hidayah dikeluarkan dari lapangan karena diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Mohammad Wahid.
Asisten pelatih Persekap Dwi Permana belajar dari kekalahan saat melawan Persid. “Kami memperkuat lini tengah dan lebih tajam ke depan. Kami memakai tiga pemain tengah yang punya tipe permainan berbeda yang bisa mencairkan permainan. Alhamdulillah, hasil kerja keras kami membuahkan tiga poin,” katanya.
Dwi mengakui PSIL tim kuat dengan pemain-pemain yang memiliki kecepatan. Namun PSIL memiliki kelemahan di lini belakang yang dieksploitasinya dengan kecepatan anak-anak asuhanya.
Dalam pertandingan kali ini, Dwi mengganti tiga pemain inti saat melawan Persid. Pemain bertahan Moch. Imanu Iqbal digantikan Samsul Hadi, penyerang Alfin Frian Saputra digantikan Zainulloh, dan penjaga gawang Rifaldi Fatahilah digantikan Mukhammad Rafly At Thariq. Kemenangan membuktikan perubahan komposisi ini sudah tepat.
Sementara itu, Reza Mustofa merasa tak beruntung. “Pemain-pemain kami kurang tenang ketika menghalau serangan. Anak-anak kurang berfokus. Gol terjadi karena kesalahan sendiri,” katanya.
PSIL bukannya tanpa peluang. “Tiga kali bola menghantam tiang gawang lawan. Namanya dalam sepak bola ada faktor luck. Hasilnya kurang bagus, tapi saya berterima kasih kepada pemain saya yang sudah bermain maksimal,” katanya.
Dengan hasil ini, PSIL sudah tak berpeluang lolos ke babak selanjutnya. Mereka saat ini berada di posisi juru kunci tanpa sekali pun mengemas poin. Dalam pertandingan sebelumnya, PSIL ditaklukkan Persipro 1954 0-1 (0-0). [wir]






