Magetan (beritajatim.com) – Sebuah warung milik lansia Sulimah (58) warga Kelurahan/Kecamatan Plaosan Magetan, Jawa Timur terbakar pada Senin (20/2/2023). Tepatnya di dekat Pasar Wisata Plaosan.
Warung itu ludes dan sempat menyambar bagian depan rumah Sulimah. Sulimah pun shock melihat warung makan yang digunakan berjualan hangus dilalap si jago merah.
Menurut Meta Vemtia Afandi, tetangga Sulimah yang tinggal di kos dekat warung, sebelum maghrib sudah ada suara gaduh di dapur Sulimah. Meta mengira Sulimah sedang memasak. Namun, tak lama ada suara angin yang besar dari dapur Sulimah.
“Setelah saya lihat ternyata itu api. Bahkan apinya sudah sampai wuwung (bubungan atap). Saya langsung meminta tolong warga sekitar buat membantu memadamkan api,” kata Meta.
Saat itu, Sulimah tengah pergi ke rumah tetangganya yang hendak melaksanakan hajatan. Dia tak mengira warung dan rumahnya terbakar. Dia pun shock hingga harus dipapah tetangganya saat melihat warung dan rumahnya hangus.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kebakaran”]
Warga kewalahan memadamkan api menggunakan alat seadanya. Pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk memadamkan api. Sebanyak 2 unit mobil damkar langsung membantu warga memadamkan api. Api akhirnya berhasil dijinakkan dan petugas damkar melakukan pendinginan.
Sementara itu, polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai api dipadamkan. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, api berasal dari tungku dapur warung Sulimah. Posisi warung Sulimah ada di depan rumahnya. Sehingga, saat warung terbakar, api menyambar bagian depan rumah Sulimah.
Kasi Humas Polres Magetan AKP Budi Ku cahyo menerangkan, awalnya korban memanggang kayu basah di atas tungku tanah (pawon) supaya besok pagi kayu bisa kering dan bisa digunakan untuk memasak. Karena korban sehari harinya berjualan nasi di pasar. Pada pukul 13.30 wib korban berangkat kerumah tetangga untuk membantu tetangga yang akan melaksanakan hajatan.
“Waktu ditinggal ke rumah tetangga, tungku tersebut masih ada nyala bara api dan diduga menyambar kayu yang ada di atasnya dan merambat ke tumpukan kayu yang ada di samping tungku tanah. Sehingga api menjalar ke seluruh bagian dapur,” kata Budi.
Budi menyebut kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp20 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka karena kejadian itu. Dia menghimbau masyarakat agar memadamkan segala sumber api saat meninggalkan rumah agar kejadian serupa tidak terulang lagi. (fiq/kun)






