Gresik (beritajatim.com) – Jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik diisi oleh pejabat pelaksana tugas atau Plt. Penunjukan Plt tersebut setelah Mahin, kepala dinas sebelumnya, memasuki masa pensiun. Mantan Kadispendik itu menjadi pejabat selama 6,5 tahun.
Sebelum menjabat sebagai kepala Dispendik, karir Mahin berawal dari Kepala Sekolah SMPN 3 Gresik. Dia juga pernah menjadi guru olahraga di SMP tersebut.
Sebelum purna tugas, Mahin menuturkan, dirinya merupakan kepala Dispendik terlama. Yakni menjabat selama 6,5 tahun. “Saya sudah pamitan dengan teman-teman OPD lain juga pegawai di Dispendik,” tuturnya, Rabu (30/06/2021).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik Nadlif mengatakan, surat keputusan (SK) penunjukan Plt kepala Dispendik sudah ditanda tangani bupati. Yang mengisi jabatan Plt itu yakni S Harianto.
Menurutnya, penunjukkan Harianto merupakan seorang pengawas ditingkat SMP. “Tentunya akan menjabat hingga nanti ada pengisian jabatan,” ujarnya.
Saat ini memang ada delapan posisi eselon II yang kosong. Untuk rencana pengisian jabatan, Nadlif mengaku akan dilakukan antara bulan Juli atau Agustus 2021 nanti. Posisi yang saat ini kosong pun, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan dilelang atau ada mutasi.
Nadlif menambahkan, sebelumnya pihaknya telah melalukan asesmen kepada para pejabat eselon II. Hal itu dilakukan untuk melihat potensi para pejabat terkait posisi apa yang bisa diduduki.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
“Hasilnya sudah keluar. Asesmen itu untuk melihat selain posisi sekarang, di posisi mana lagi dia bisa bekerja. Jadi hasil asesmen itu salah satu menjadi acuan rotasi jabatan nanti,” imbuhnya.
Perlu diketahui, ada delapan posisi di lingkup Pemkab Gresik yang kosong diantaranya, Asisten II satu posisi, Staf Ahli tiga posisi, Kepala BPPKAD, Kepala DPM-PTSP, Dirut RSUD Ibnu Sina, dan Kepala Dinas Pendidikan. [dny/but]






