Jember (beritajatim.com) – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jember mengalokasikan anggaran Rp2,533 miliar untuk bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VII. Tetapi, realisasi bonus itu masih harus menunggu Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022.
Kontingen Jember mendulang 20 medali emas, 17 perak, dan 45 perunggu di ajang Porprov Jatim yang baru saja digelar. Medali emas terbanyak diperoleh dari cabor drum band.
Kepala Dispora Jember, Murdiyanto mengatakan bonus yang disediakan Dispora Jember adalah Rp25 juta untuk peraih medali emas cabor perorangan, Rp15 juta untuk peraih medali perak cabor perorangan, dan Rp5 juta untuk peraih perunggu cabor perorangan. Dia menjamin atlet peraih medali akan mendapat bonus.
“Pasti akan dikasih bonus. Namun, ada prosesnya dalam pencairan yaitu mengajukannya dalam Perubahan APBD. Uang itu harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” kata usai rapat evaluasi penyelenggaraan Porprov Jatim VII dengan Komisi D DPRD Jember, Senin kemarin (18/7/2022).
Murdiyanto mengatakan, penganggaran bonus atlet baru bisa dilakukan pada saat Perubahan APBD. Sebabnya, sejak awal pihaknya tidak bisa memprediksi jumlah medali yang akan diraih.
“Kami akhirnya berfokus pada penyelenggaraan porprov. Semua anggaran (dalam APBD awal) ditarik untuk kepentingan porprov,” katanya.
Bagaimana dengan peraih medali cabor beregu? “Kami akan rumuskan. Setiap kabupaten tidak sama nominalnya, karena tergantung pada kemampuan anggaran masing-masing,” kata Murdiyanto.
Jika bonus masih menanti, uang saku sudah diberikan dengan nominal total Rp612 juta untuk 612 atlet.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Porprov-Jatim”]
Tak urung pernyataan Murdiyanto ini dikecam oleh Ardi Pujo Prabowo, anggota Komisi D DPRD Jember dari Gerindra.
“Dulu kita ingin memberi reward kepada seluruh atlet yang beprestasi. Bupati kan gembar-gembor sebelum Porprov dan dulu di Badan Anggaran kami memperjuangkan itu: bahwa bonus atlet tidak masuk dalam Perubahan APBD, tapi masuk dalam APBD awal,” katanya, dalam rapat dengar pendapat dengan Dispora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia Jember.
“Setiap 17 Agustus kita diajari untuk menghargai perjuangan para pahlawan. Sekarang anak-anak didik kita yang sudah berjuang untuk nama besar Kabupaten Jember terutang (bonusnya). Kita tidak yakin bahwa nanti di penganggaran Perubahan APBD akan baik-baik saja, karena ada beberapa program bupati luar biasa. Saya kok kurang pas dengan jawaban ini diarahkan ke Perubahan APBD. Sama halnya pemerintahan ini tidak ada tanggung jawab,” kata Ardi.
“Kita dari awal di pembahasan Badan Anggaran, saya menekankan ini, dan itu sudah terplotting. Waktu itu kita tidak etis bicara angka, tapi kita akan mempersiapkan bonus untuk atlet. Sampai kami memperjuangkan anggaran Rp3 miliar untuk KONI,” kata Ardi.
“Ya kita harus menyampaikan permohonan maaf kepada adik-adik kita, anak-anak kita yang kemarin meraih medali bahwa kita sampai sejauh ini belum bisa memberikan bonus kepada atlet. Saya tidak bisa ngomong, karena Perubahan APBD masih berandai-andai. Mudah-mudahan kita bisa sepakat mendorong memperjuangkan itu. Cuma saya agak kecewa dengan statement yang akan memberikan bonus, tapi baru sekarang saya ngeh bahwa bonus baru akan diberikan setelah pembahasan Perubahan APBD,” kata Ardi. [wir/beq]






