Pasuruan (beritajatim.com) – Pengadaan kain seragam sekolah untuk siswa Kota Pasuruan masuk proses lelang. Hanya saja, proyek dengan nilai total sekitar Rp9 miliar tersebut disorot masyarakat.
Pasalnya proses pelelangan seragam siswa SD dan SMP ini menggunakan bahan polyester. Seperti yang di sampaikan Safirah Rahma Pegiat Tata Busana di Surabaya, kain polyester merupakan kain yang sangat bagus namun sulit menyerap keringat.
“Kain polyester memang kain yang bagus, tahan lama, dan murah. Namun, kain 100 persen polyester sangat tifak cocok dibuat seragam karena kain itu tidak menyerap keringat,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang di himpun dari website http://lpse.pasuruan.go.id kain polyester yang nantinya dibuat seragam putih merah atau putih biru. Tak hanya itu seragam berbahan dasar polyester ini akan dijadikan seragam pramuka.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pasuruan”]
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Mualif Arief menanggapi, kain polyester dipilih karena sudah melakukan uji lab. Namun, Arief juga mengatakan bahwa kain polyester memiliki kelemahan yakni sulit menyerap keringat.
“Hasil uji lab memang polyester kain yang terbaik. Tapi kain ini juga memiliki kelemahan yakni susah menyerap keringat,” ujarnya saat dihubungi reporter beritajatim.com Jumat (05/11).
Selain itu, Mualif juga menepis tudingan adanya pengondisian dalam lelang ini. Seluruh proses pengadaan kain seragam sekolah ini dilaksanakan secara fair dan transparan.
“Saya bisa pastikan semua berjalan fair dan transparan,” tegasnya. [ada/but]






