Tuban (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan juga gelombang besar melanda wilayah perairan Laut Utara Kabupaten Tuban. Angin kencang mengakibatkan sejumlah perahu nelayan yang ada di wilayah pesisir Tuban itu sempat tenggelam dan rusak.
Tak hanya perahu nelayan, akibat gelombang besar itu juga membuat sejumlah tongkang yang sedang sandar di area pelabuhan khusus Semen Indonesia juga terhempas gelombang hingga terdampar di pantai. Selain itu juga terdapat kapal Crane Barge yang juga kandas terdampar di pantai Jenu, Tuban, Sabtu (24/12/2022).
Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, gelombang besar dan juga angin kencang sudah terjadi di wilayah perairan laut Tuban sejak kemarin sore. Gelombang tinggi yang disertai angin kencang tersebut terjadi sampai beberapa jam dan pada saat malam hari gelombangnya semakin parah.
“Sejak sore kemarin sudah sangat besar gelombangnya, ini sudah masuk istilahnya baratan. Kalau gelombangnya tadi malam itu sampai sekitar 6 meter,” terang Sumindar (58), salah satu nelayan asal Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Selain tongkang yang terdampar, akibat dari gelombang tinggi tersebut juga terdapat satu unit Kalal Crane Barge yang ikut terdapar di pantai Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Tuban. Diduga kapal crane tersebut terhempas ke pantai dan terdampar lantaran saat terjadi gelombang besar pengamannya kurang kuat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tuban”]
“Setahu saya di sekitar sini ada tiga yang terdampar, 2 tongkang dan satu kapal ini. Untung unruk perahu-perahu milik nelayan di sini tadi malam langsung berusaha dicarikan tempat yang aman,” kata nelayan yang sedang berada di pantai tersebut.
Sementara itu, dari yang dihimpun beritajatim.com, dua perahu milik nelayan yang ada di pesisir Kabupaten Tuban juga sempat menjadi korban ganasnya gelombang di laut utara itu. Yakni satu kapal milik nelayan di Kelurahan Karangsari, Kota Tuban dan kapal milik nelayah di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Tuban.
“Yang perahu nelayan di Glondonggede itu parah, sampai terbalik di gulung ombak besar,” ujar Rouf (47), nelayan asal Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Tuban. [mut/but]







