Surabaya (beritajatim.com) – Garda Muda Bibit Unggul (GMBU) membuka dua posko pendampingan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP, SMA, dan SMK di Kota Surabaya. Dua posko yang berlokasi di Wonocolo dan Manukan Lor ini didirikan untuk membantu masyarakat dalam mengakses PPDB Tahun Ajaran 2022/2023.
Ketua GMBU Reza Bahtiar mengatakan dua posko ini memberikan bantuan kepada masyarakat yang kesulitan dalam mengakses PPDB Surabaya 2022. Dia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami alur pendaftaran siswa baru sekolah negeri.
“Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan harus selalu diperhatikan dan ditingkatkan di setiap tahunnya, oleh karena itu GMBU hadir ditengah masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan PPDB tahun ini,” kata Reza, Kamis (16/6/2022).
Reza menyebut terdapat sejumlah kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam mengakses PPDB. Seperti kesulitan validasi, hambatan mendapatkan Personal Identification Number (PIN), menentukan koordinat tempat tinggal, serta melihat sebaran nilai dan pagu sekolah.
“Tahap awal kami akan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terkait jadwal pendaftaran, teknis pelaksanaan pendaftaran, dan jalur yang dibuka pada pendaftaran PPDB tahun 2022, baik SMP maupun SMA/SMK,” katanya.
Alumni GMBU, Ilham Ramadhani, menerangkan pembukaan posko ini dilakukan sebagai bukti terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya atas penyaluran Beasiswa Pemuda Tangguh. Banyak anak usia sekolah terbantu untuk melanjutkan pendidikan dengan beasiswa tersebut.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ppdb-surabaya”]
“Ini wujud pengabdian dan tanggung jawab moral kami untuk memajukan pendidikan di Kota Surabaya,” kata Ilham yang juga menjadi Ketua RT termuda di Kota Surabaya ini.
Sementara itu, Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Jemur Wonosari, Aziz mengucapkan terima kasih atas kontribusi GMBU terhadap masyarakat. Aziz menilai upaya GMBU sangat bermanfaat mengingat masih banyak masyarakat yang secara teknis kebingungan mengikuti proses pendaftaran PPDB.
“Kami berterimakasih kepada seluruh panitia GMBU yang telah membantu warga kami yang mengalami kesulitan mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dituju tahun ini,” pungkasnya.
Seperti diketahui, GMBU terdiri dari kumpulan mahasiswa yang menerima beasiswa dari Pemerintah Kota Surabaya. Beasiswa tersebut awalnya bernama Beasiswa Bibit Unggul, berubah menjadi Berasiswa Genmas dan kini jadi Pemuda Tangguh. [asg/beq]






