Sidoarjo (beritajatim.com) – Ketua MWC NU KH. Abdul Rochman memenuhi panggilan pemeriksaan usai video viral dugaan kampanye untuk Achmad Amir Aslichin Cabup Sidoarjo 2024, Jumat (28/9/2024) kemarin.
Pria yang juga tercatat sebagai ASN Kemenag Sidoarjo juga beberkan kebenaran dari video viralnya di saat acara Dziba’ Qubro Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Fatayat NU Balongbendo.
Usai menjalani pemeriksaan di kantor Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Sidoarjo, H. Abdul Rochman mengatakan dirinya tidak bermaksud mengarahkan dukungan. Dia mengaku hanya mengucapkan untuk selamat datang.
“Saya hanya mengucapkan selamat datang kepada Mas Amir, karena waktu itu ia datang,” katanya dengan dia datang sebagai penceramah.
Menurutnya, ia hanya menjelaskan tidak lebih dari informal dalam acara yang berlangsung di Balai Desa Seduri itu. “Saya hanya menyampaikan bahwa dalam bahasa Arab, Amir berarti pangeran atau anak raja,” imbuhnya.
Sebagai ketua MWC NU Kecamatan Balongbendo, dia mengaku memahami pentingnya netralitas. Oleh karenanya ia tidak berniat mendukung salah satu calon.
“MWC NU tidak boleh memihak ke siapa pun, sesuai perintah dari PCNU,” tegasnya.
Selama pemeriksaan di Gakkumdu, Abdul Rochman menerima sekitar 20 pertanyaan dari Bawaslu. “Saya menjelaskan situasi yang sebenarnya dan berharap semua bisa jelas,” tukasnya berharap.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Sidoarjo, Moeh Arief menjelaskan, pemeriksaan dilakukan berdasarkan informasi yang diterima. Meskipun bukan laporan resmi ia tetap memberikan atensi sebagai kewajibannya.
“Informasi tersebut sudah viral, kami lalu menindaklanjuti dengan cara memanggil untuk dimintai keterangan, karena harus jelas dulu untuk menjadi informasi awal, itu prosedur yang kami lakukan,” jelasnya Sabtu (28/9/2024).
Karena itu, H. Abdul Rochman dipanggil untuk memberikan keterangan terkait sambutannya. Hasil dari pemeriksaan ini masih dalam proses analisis. Bawaslu berencana mengumumkan keputusan setelah semua keterangan dikumpulkan.
“Terkait hasilnya, kami masih mendalami kasus ini dana mengumpulkan semua keterangan yang ada,” katanya mengakhiri. (isa/ian)






