Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua desa di bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Kabupaten Bojonegoro dijadikan Kampung Siaga Bencana (KSB). Pendirian KSB dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, bersama Tagana Jawa Timur.
“Kampung siaga bencana sebenernya sudah ada sejak 2011 lalu, cuma penerapannya masih lambat. Sudah ada dua embrio kampung siaga bencana di wilayah Bojonegoro, yaitu di Kecamatan Gondang dan Balen,” ujar Kepala Dinsos Bojonegoro Arwan, Jumat, (29/7/2022).
Menurut Arwan, saat melakukan Sosialisasi Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat di Desa Piyak, Kecamatan Kanor mengatakan, tujuan didirikan KSB agar langkah kedaruratan bisa langsung dilakukan saat terjadi bencana terutama bencana banjir.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-bojonegoro”]
Dia menerangkan, tahun ini dirintis dua kecamatan lagi di Kecamatan Baureno dan Kanor. Dua daerah ini berdasarkan letak geografisnya rawan terjadi bencana banjir luapan air Sungai Bengawan Solo serta bencana longsor.
“KSB dibentuk untuk penanganan bencana baik sebelum, saat terjadi, dan sesudah. Anggotanya juga dari masyarakat sekitar sendiri,” terang Arwan.
Dia menyebutkan, kampung siaga bencana di Kecamatan Kanor diantaranya Desa Piyak, Kabalan, Pesen, Cangakan dan Pesen. Sedangkan di Kecamatan Baureno terdiri dari lima desa, diantaranya Lebaksari, Kalisari, Pucangarum, Tanggungan dan Kadungrejo.
“Yang lebih dari itu bawha kalau sudah terbentuk KSB maka sebelum ada bencana masyarakat bisa antisipasi. Setelah ini anggota KSB akan mendapatkan materi pra dan sesudah bencana,” pungkasnya. [lus/kun]






