Magetan (beritajatim.com) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sementara ajukan duit untuk pengembangan Sarangan dengan nilai Rp 450 miliar. Dana itu difokuskan untuk tiga pengembangan yang bakal berskema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Yakni skema transportasi penghubung Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu, Teras Sarangan yang disiapkan di Ngerong, Desa Dadi, Plaosan, Magetan, serta pembangunan kios di sebelah barat Telaga Sarangan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Joko Trihono merinci masing – masing anggaran untuk tiga proyek yang bakal diserahkan pada jinvestor itu bernilai sekitar Rp 300 miliar, Rp 100 miliar, dan sisanya Rp 50 miliar. Menurutnya, jumlah itu adalah angka perkiraan global. Sehingga, nilai itu bisa saja berubah tergantung detail engineering design dari investor sendiri.
‘’Itu perkiraan nilai globalnya. Nilai ini bertambah dari tahun lalu yang mencapai Rp 350 miliar. Karena ada perkembangan dari berbagai sektor sehingga kami perkirakan investasi akan sebesar itu. tentu ini akan jadi angka yang cukup diperhitungkan oleh investor,’’ kata Joko Trihono, Jumat (31/12/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-magetan”]
Khusus untuk cable car, kemungkinan panjangnya sampai 1.000 meter. Mulai dibangun di sebelah utara telaga memanjang sampai ke Telaga Wahyu. Di bawahnya juga terdapat fasilitas – fasilitas lain yang bakal menunjang. Pun, untuk pembangunannya butuh waktu sekitar setahun sebelum benar – benar bisa berfungsi total. ”Jauh sebelum itu banyak tahapan lain, tentu akan kami sesuaikan dengan aturan angkutan untuk wisata,’’ kata Joko.
Pembangunan teras Sarangan yakni berupa hotel bintang lima yang terdapat convention hall di dalamnya jadi prioritas. Jika ingin mengundang investor tentu harus membuat wajah yang cukup cantik. Dengan begitu, tak butuh waktu lama, maka kelengkapan lain yang perlu dibangun di Sarangan bisa segera disusul. Khususnya yang memiliki skema yang sama. Juga, cable car yang bakal jadi daya tarik baru bagi wisatawan. ”Karena skema KPBU pasti akan dikenakan tarif tertentu nantinya,” katanya.
Joko membenarkan jika tahun lalu sempat ada calon investor yang melirik untuk datang ke lahan eks rumah makan Duta di Ngerong. Namun, sampai kini belum ada lagi tindak lanjut. Menurutnya, pasti banyak perhitungan dari investor untuk menanamkan modalnya di Magetan.
‘’Kami yakin kalau tahun 2022 pasti ada investor. Skema sudah jelas. Pengumuman terkait detail lokasi bahkan perhitungan break even point (BEP) sudah kami jelaskan di dalam website DPMPTSP Provinsi Jawa Timur. Tinggal investor saja yang mau memperhitungkan dan mulai menggarap Sarangan,’’ kata Joko. (ted)






