Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya, Aji Santoso, membagikan pandangan tentang masa depan sepak bola Indonesia. Dia menilai, pemain muda Indonesia sangat menjanjikan dan tak kalah dengan talenta muda sepak bola Eropa.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan kuliah tamu bertajuk “Membaca Masa Depan Sepak Bola di Indonesia: dari Sekolah Sepak Bola hingga Kaderisasi Pemain Muda” di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Surabaya, Selasa (9/8/2022).
Aji mengungkapkan, yang diperlukan pemain muda Indonesia adalah kesempatan untuk tetap menjaga bakat tersebut. “Saya pernah mengunjungi sejumlah negara Eropa seperti di Barcelona, dan pemain muda Indonesia tidak kalah dengan pemain muda di sana,” kata Aji.
Ia mencontohkan, ada anak Indonesia bernama Eriyanto yang menjadi pemain terbaik di AC Milan junior dan saat ini karirnya menghilang. Padahal, di sana Eriyanto menjadi kapten dan pemain terbaik.
“Di AC Milan dia menjadi kapten dan pemain terbaik, tentu bukan bakat yang main-main. Namun, ketika kembali ke Indonesia namanya menghilang. Nah, bakat-bakat seperti ini yang harus dijaga dengan memberikannya kesempatan,” katanya.
Karena itulah, Aji mengaku senang bisa berbagi pengalaman dan kesuksesannya di sepakbola kepada mahasiswa Unmuh Surabaya. Ditambah, Aji kaget dengan Rektor Unmuh Surabaya, Dr Sukadiono, yang ternyata begitu fanatik pada Persebaya.
“Saya sangat terkejut dengan Pak Rektor yang tidak hanya Bonek tapi Super Bonek karena hapal semua pemain Persebaya saat dulu menjadi juara, atau pas saya jadi pemain dengan transfer termahal,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Persebaya”]
Peraih medali emas Sea Games 1991 itu mengaku beberapa kali memberikan kuliah tamu. Namun, yang paling spesial adalah di Unmuh Surabaya.
“Harapan saya kepada mahasiswa, jika mereka ingin sukses, tidak hanya di sepakbola, tapi di semua bidang, maka perlu disiplin dan kemauan kuat. Jika ingin dapat suatu yang lebih kita harus lebih dari yang lain,” ujarnya.
Sementara Rektor Unmuh Surabaya Sukadiono mengungkapkan alasan mengundang Aji Santoso untuk memberikan kuliah tamu. Dia ingin Aji memberi wawasan kepada mahasiswa bahwa Sport Science atau Jurusan Ilmu Keolahragaan memiliki cabang yang sangat banyak.
“Misalnya mahasiswa prodi Psikologi ada Psikologi Olahraga, di Manajemen ada Sport Manajemen dan Kedokteran ada Sport Medicine. Saya kira menjadi wawasan tambahan, apalagi di era Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) saat ini,” tandasnya. [ipl/beq]






