Mojokerto (beritajatim.com) – Acara ngunduh mantu, Denny Caknan dan Bella Bonita digelar di Pendapa Kepatihan Ngawi dengan mengusung konsep dekor Candi Brahu. Candi Brahu merupakan salah satu candi di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Untuk pelaminan, dalam dekorasi venue terdapat sentuhan megah dengan berbagai bunga-bunga yang menghiasi tempat tersebut. Dekorasi menggunakan sayur-mayur dan buah-buahan seperti wortel, brokoli, tomat, nanas, jeruk, dan jeruk nipis memberikan nuansa segar dan indah.
Untuk pelaminan, Denny Caknan memiliki permintaan khusus kepada vendor. Penyanyi pop Jawa ini menginginkan tempat pelaminannya dibentuk seperti Candi Brahu. Pemilihan konsep pelaminan Candi Brahu karena candi tersebut memiliki arti dan makna yang istimewa dalam kenangan masa kecilnya.

Kepala Desa (Kades) Bejijong, Pradana Tera Mardiatna yang juga menjadi tamu undangan mengaku, cukup terkesan dengan konsep dekor ala Kerajaan Majapahit.
“Konsepnya cukup menarik dan outofthebox tidak ada yang mengusung tema seperti itu. Ini merupakan satu bentuk kepedulian uri-uri budoyo. Salut dengan mas Deni dan mbak Bella,” ungkapnya, Sabtu (19/8/2023).
Baca Juga: 6 Fakta Candi Brahu, Mulai dari Lokasi, Sejarah, Hingga Pemugaran
Masih kata Kades, Candi Brahu merupakan icon Desa Bejijong sehingga ia terkesan dengan konsep dekor yang diusung. Kades mengaku datang bersama Sekretaris Desa (Sekdes) Bejijong ke acara ngundu mantu Denny Caknan di Ngawi lantaran mendapat undangan langsung dari sang ayah penyanyi yang memiliki nama Deni Setiawan ini.
“Diundang bapake mas Denny. Aku nggak begitu dekat mbak sama mas Denny atau mbak Bella. Kebetulan bulan lalu, saya silahturahmi ke Caknan bapake mas Denny dan saya diundang untuk iring-iring. Semoga diberkahi kebahagiaan rumah tangga yang dibangun, diberikan suka cita dan proses membangun keluarga adalah langkah awal yang baik untuk ibadah kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, Candi Brahu merupakan salah satu candi yang terletak di dalam kawasan situs arkeologi Trowulan, bekas ibu kota Majapahit. Tepatnya berada di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto atau sekitar dua kilometer ke arah utara dari Jalan Raya Mojokerto—Jombang.[tin/ted]






