Mojokerto (beritajatim.com) – Kontingen cabang olahraga (cabor) dayung Kota Mojokerto berhasil meraih tiga medali emas di hari keenam, Kamis (14/9/2023). Tiga medali emas sementara diperoleh dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VIII.
Padahal cabor dayung merupakan cabor baru di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mojokerto setahun yang lalu. Cabor dayung meski bukan cabor unggulan Kota Mojokerto namun berhasil membuktikan dalam perolehan medali sehingga menjadi kejutan.
Di hari ke 2 pertandingan cabor dayung, kontingen Kota Mojokerto berhasil memboyong tiga emas, satu perak dam empat perunggu. Emas di kelas K1 junior 500 meter putri, TBR junior 500 putra dan TBR junior 500mix. Perak kelas K1 Senior Putri 1000m, empat perunggu di kelas TBR 20mix 1000, TBR 20Mix 500, Rowing dan Ergo.
“Alhamdulilah ada kemajuan, dimana tahun ini cabor dayung banyak memperoleh medali. Hari ini ada tiga emas, satu perak dan empat perunggu. Hari ini banyak kejutan di dayung, balap sepeda, muay thai,” ungkap Sekretaris Umum KONI Kota Mojokerto, Bambang Arif Puji Mulyadi.
Pihaknya masih berharap kontingen cabor dayung bisa kembali mendapatkan medali emas. Ini lantaran, Jumat (15/9/2023) besok masih bertanding di Long Storage Kalimati, Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
“Mudah-mudahan mendapatkan medali emas. Hari ini, total keseluruhan perolehan medali emas ada 15. Ada dari dayung, biliar, muangtay, ju-jitsu dan angkat besi. Sesuai dengan arahan Bu Wali Kota disampaikan Rp28 juta untuk emas, Rp14 juta untuk perak dan Rp7 juta untuk perunggu,” katanya.
Masih kata Bambang, dua hari jelang penutupan Porprov Jatim VIII kontingen dari cabor biliar dan dayung ditargetkan mendapatkan medali emas. Menurutnya meski cabor dayung baru satu tahun namun kontingen cabor dayung Kota Mojokerto cukup membanggakan.
BACA JUGA:
Cabor Baru Kota Mojokerto, Jujitsu Sabet Medali Emas di Porprov Jatim VIII
“Sebetulnya tidak unggulan karena termasuk baru dan baru kali ini dayung iku Porprov. Ini suatu kejutan, saya terima kasih sekali kepada seluruh jajaran pengurus dari dayung maupun teman-teman dari cabor lainnya. Karena ini peningkatan yang cukup luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, cabor unggulan Kota Mojokerto adalah biliar karena setiap tahun kontingen cabor biliar Kota Mojokerto selalu mendapatkan medali. Selain itu cabor angkat berat juga menjadi unggulan kota dengan tiga kecamatan tersebut. Febriansyah mendapatkan dua emas dan pecah rekor.
“Para atlet ini kalau dibina secara serius, dari pembinanya juga betul-betul peduli dari seluruh kepengurusan cabor yang ada, insya Allah Kota Mojokerto ini luar biasa. Iya (kurang dua hari), kita harapkan lebih banyak lagi (medali). Kita menargetkan ada di urutan 20 besar, ternyata hari ini sudah di urutan 13,” jelasnya.
BACA JUGA:
Tim Dayung Kota Mojokerto Sumbang Emas Porprov Jatim
Sementara KONI Kota Mojokerto menargetkan perolehan medali emas sebanyak 15 buah, namun di hari keenam sudah mendapatkan 14 medali emas. Bambang menambahkan, hal tersebut merupakan kerja keras dari seluruh pengurus cabor termasuk pengurus KONI dan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.
Sekedar diketahui, selain cabor dayung, kontigen Kota Mojokerto berhasil meraih medali emas pada cabor sepeda dan muay thai. Yakni cabor balap sepeda satu emas dan cabor muay thai dua perak dan empat perunggu. [tin/but]
![Dayung Kota Mojokerto Panen Medali Emas, Padahal Bukan Unggulan Kontingen cabor Dayung Kota Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230914-WA0047_hU77pBJU83-1024x532.jpeg)





