Surabaya (beritajatim.com) – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin dekat. Sejumlah Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) sudah tampak mencuri start dengan memasang Alat Peraga Kampanye (APK) seperti spanduk, banner, umbul- umbul, baliho, hingga billboard di jalanan-jalanan hingga perkampungan Surabaya & Sidoarjo.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021 menunjukkan bahwa Kota Surabaya adalah kota dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi yaitu 82,31, sedangkan Kabupaten Sidoarjo berada dibawahnya sebagai kabupaten dengan IPM tertinggi yaitu 80,65.
Ini menunjukkan bahwa masyarakat di Dapil ‘Neraka’ Jatim 1 adalah tipikal masyarakat yang sudah cerdas dan dapat dikategorikan sebagai pemilih rasional.
Mantan Ketua KPU Arief Budiman mengimbau agar pemilih berhati-hati memilih calon pemimpin, salah satunya dengan mengetahui rekam jejak calon legislatif serta calon presiden dan wakil presiden.
“Jadi jangan asal memilih, lihat track recordnya. Mana yang menurut anda memenuhi kriteria yang jujur, nah itu pilih yang jujur. Kami bukan mengimbau untuk pilih si A, si B, bukan, tapi lihat track recordnya,” ujar Arief, Senin (7/11/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemilu-2024″]
Selain itu, Anggota KPU Provinsi Jawa Timur Gogot Cahyo Baskoro juga menilai bahwa pemilih pemula dan muda berpengaruh besar pada Pemilu 2024. Pria kelahiran Magetan tersebut menjelaskan bahwa pemilih pemula dan muda memiliki peran strategis, di antaranya pemilih yang idealis karena belum memiliki beban ekonomis.
Menurutnya, pemilih pemula adalah calon para pemimpin yang akan memegang estafet kepemimpinan bangsa ini.
“Yang paling penting, pemilih pemula dan muda yang mau menggunakan hak pilih memiliki kecenderungan terus berpartisipasi dalam pemilu berikutnya,” tandasnya. [asg/but]






